Memanfaatkan Nasi Bekas Menjadi Pupuk Organik Cair

Memanfaatkan Nasi Bekas Menjadi Pupuk Organik Cair

MOL (mikroorganisme lokal) adalah cairan yang mengandung mikroorganisme yang terdiri dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita, dan mudah didapat tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Media untuk tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme berupa nasi bekas atau nasi basi, sangat berguna sekali dalam mempercepat hancurnya bahan organik sampah oganik (dekomposer) secara alami. Larutan MOL mengandung unsur bakteri yang sangat berpotensi untuk perombak (menghancurkan) bahan organik sampah hingga menjadi pupuk kompos.

Pembuatan larutan MOL sangat sederhana sekali, dengan memanfaatkan limbah makanan (nasi bekas) yang melalui proses fermentasi dan ditambah dengan larutan gula. Inilah formula hasil buah tangan sendiri yang sangat bermanfaat untuk digunakan sendiri ataupun untuk kebutuhan masyarakat umum, dan inilah alur proses dalam tahapan-tahapan pembuatan MOL.

nasi-berjamur-mol

Tahap I.

– Nasi bekas atau nasi basi kita buat bulat sebesar bola pimpong, sebanyak 3-4 bulatan.

– Setelah itu, nasi basi yang telah dibentuk bulat sebesar bola pimpong kita simpan di dalam wadah (kaleng/botol plastik) kemudian ditutup rapat.

– Letakkan botol berisi nasi basi ditempat yang tidak langsung terkena sinar matahari. – Setelah 1 minggu, nasi basi akan ditumbuhi jamur (cendawan) yang berwarna merah hingga kekuning-kuningan.

P1011269

Tahap II.

– Siapkan botol kapasitas 2 ltr air.

– Masukan nasi basi yang telah ditumbuhi jamur kedalam botol.

– Buat larutan air bercampur gula pasir atau sirup manis. Perbandingan antara air dan gula pasir atau sirop manis adalah; 1,5 ltr air : 5 sendok gula pasir atau sirop manis. Gula adalah sumber makanan dan hidupnya bakteri yang ada di jamur.

– Masukkan larutan air gula pasir atau sirop kedalam botol yang berisi nasi basi yang telah ditumbuhi jamur. – Botol yang berisi campuran nasi basi dan gula pasir atau sirop lalu ditutup.

– Setelah 4 hari, botol dibuka sambil dikocok, agar nasi basi dan gula bercampur merata. Perlu diperhatikan dalam mengocok larutan, agar sesekali botol dibuka agar kandungan gas-gas yang ada dalam botol dapat keluar. Tekanan gas yang ada di dalam botol cukup tinggi, hingga cukup mengejutkan bila tutup botol dibuka selesai cairan pupuk dikocok.

– Tutup kembali botol, dan simpan kembali.

– MOL sudah dikatakan siap pakai, apabila tercium bau masam manis seperti tapai yang keluar dari dalam botol hasil fermentasi nasi basi dan gula pasir.

– Saring cairan MOL dengan kain kasa, kemudian masukan kedalam botol, dan MOL siap untuk dipakai atau dipasarkan.

– Ampas sisa MOL bisa dimanfaatkan kembali yaitu dengan menambahkan cairan gula seperti yang telah tertera di atas

perbanyakanEM4

Untuk membuat pupuk cair MOL ukuran 1-2 ltr dibutuhkan 3-4 bulatan nasi basi yang telah difermentasikan dicampur dengan larutan 2 ltr air dan 5 sendok gula pasir.

Jika ingin mendapatkan pupuk cair yang lebih banyak, kita tinggal melipat gandakan saja perbandingan antara nasi basi dan larutan gula pasir. Menggunakan MOL (pupuk cair) untuk tanaman, perlu diperhatikan aturan pakainya.

Penggunaan pupuk cair yang disiramkan pada tanaman terlalu berlebihan, bisa berakibat tanaman akan layu dan mati. Untuk mencegah hal itu, maka diperlukan perbandingan pakai pupuk cair untuk memupuk tanaman. Perbandingan pemakaian pupuk cair untuk tanaman adalah 1 pupuk cair : 5 air.

 

sumber : http://organicaholic.blogspot.com/2013/07/memanfaatkan-nasi-bekas-menjadi-pupuk.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s