Kumpulan Berita Persampahan Nomer 1: Pejabat Cirebon Gadaikan SK dan Mobil demi Tangani Sampah

  1. Pejabat Cirebon Gadaikan SK dan Mobil demi Tangani Sampah

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2015/02/04/16193271/Pejabat.Cirebon.Gadaikan.SK.dan.Mobil.demi.Tangani.Sampah.

Sampah Meluap di Kota Cirebon

Beberapa gerobak sampah yang tertumpuk di badan jalan, dan aktifitas pembersih TPS, mengganggu akses lalu lintas di sekitar Jalan Tuparev, Kecamatan Kejaksan, KOta Cirebon, Jawa Barat, Rabu siang (4/2/2015). Bila dana operasional pengangkutan sampah masih terkendala, beberapa hari ke depan, KOta Cirebon akan dipenuhi sampah.

Diinformasikan, anggaran di Kota Cirebon untuk tahun 2015 seluruhnnya belum dapat dicairkan. Hal ini terjadi lantaran wali Kota Cirebon belum menandatangani Surat Keputusan untuk penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2015, karena sakit.

Taufan berharap, wali Kota Cirebon segera sembuh dan dapat kembali menunaikan kewajibannya sebagai kepala daerah. Namun bila masih memerlukan pengobatan, ia berharap, proses pemindahan kewenangan roda Pemerintahan Kota Cirebon dapat segera terealisasi.

Solusi : Perlu pengalihan kewenangan untuk perstujuan pencairan APBD untuk operasional persampahan.

  1. Resmi Didaftarkan Jadi Situs Bersejarah, Kota Tua Perlu Dibenahi Total

Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2015/02/03/194734421/Resmi.Menjadi.Situs.Bersejarah.Dunia.Kota.Tua.Perlu.Dibenahi.Total

Kawasan Kota Tua resmi terpilih untuk mewakili Indonesia dalam memperebutkan predikat situs sejarah dunia atau World Heritage Sites yang digelar oleh UNESCO. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Purba Hutapea, ajang ini menjadi semangat pemerintah daerah untuk membenahi kawasan tersebut.

“Kota Tua sudah lama tertidur dan harus dibangunkan dari tidur panjangnya. Kita yakin kota tua itu sebetulnya kekayaan budaya bangsa Indonesia sebenarnya tersimpan. Ini harus ditunjukkan pada dunia,” ujar Purba, Selasa (3/2/2015).

Purba menjelaskan, Kawasan Kota Tua menyimpan nilai pluralisme dan arsitektur yang langka.

….

“Kalau kita lihat, bagaimana tidak terurusnya kawasan itu. Infrastruktur terlantar, Kali Besar kotor, bangunan-bangunan hampir roboh, pedagang kaki lima sembarangan berdagang, dan sampah berserakan,” sebut Purba.

Dia melanjutkan, di kawasan itu juga hampir tidak ada regulasi. Menurut Purba, kapan pun orang-orang bisa ke sana.

Solusi : Didorong untuk penyusunan penanganan persamapahan di kawasan bernilai budaya. Penanganan persampahan yang baik dapat meningkatkan nilai estetis kawasan situs bersejarah.

Kota tua juga dapat dicanangkan menjadi kawasan bebas sampah sesuai dengan pasal  83 PERDA DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2013, Tentang Persampahan.

  1. Banyak Taman, Bahagiakah Warga Bandung?

Sumber:

http://properti.kompas.com/index.php/read/2015/02/05/072337921/Banyak.Taman.Bahagiakah.Warga.Bandung.

Kehadirantaman-taman tematik seperti Taman Jomblo, Taman Fotografi, dan Taman Film, di Kota Bandung dengan tujuan besar menjadi “kota bahagia”, dinilai berbagai kalangan sebagai hal yang positif. Meskipun demikian, apakah warganya bahagia?

…..

“Cukup nyaman untuk main di taman kota, tapi semakin ke sini ada fasilitas yang kurang terawat. Kesadaran pengunjung taman juga masih kurang, masih ada yang buang sampah sembarangan,” ujar Olfi.

Adithya menambahkan, sebenarnya akan lebih baik jika pengunjung mampu menjaga kebersihan taman-taman tematik yang ada. Hal ini ia maksudkan agar taman kota lebih nyaman untuk dipakai sebagai sarana publik.

“Ya ini kan sarana publik, memang harusnya dijaga sama-sama. Di beberapa acara sih, biasanya suka ngeliat sampah berserakan. Harusnya bisa lebih menjaga kebersihan, tempat sampah kan sudah disediakan,” tandas Adithya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Penataan dan Pembangunan Taman, Rikke Siti Fatimah, mengatakan, sebenarnya telah ada tiga pihak yang turut mengurus pemeliharaan taman di Kota Bandung, antara lain petugas Dinas Pertamanan, pegawai harian lepas, serta pihak ketiga. Namun, tak semata-mata pemeliharaan dilepaskan kepada tiga pihak tersebut.

Menurut Rikke, meskipun telah ada petugas pemeliharaan, masyarakat juga harus terlibat langsung dalam pemeliharaannya.

“Kita melibatkan masyarakat dalam mengelola taman. Masyarakat bukan hanya jadi pengguna tapi juga sebagai pemelihara. Setelah taman digunakan, masyarakat wajib membersihkan kembali sampah yang berserakan. Jangan bergantung pada Dinas Pertamanan,” ujar Rikke.

Saat ini, telah ada sepuluh taman yang dibuat di Kota Bandung: Taman Musik Centrum, Taman Fotografi, Taman Film, Taman Pustaka Bunga, Taman Anak Tongkeng, Taman Persib, Taman Pasupati, Taman Fitness, skate park, dan pet park.

Pada 2015 ini, Pemerintah Kota Bandung berencana menambah tiga taman tematik, yaitu Taman Piknik, Taman Caang Baranang, dan Study Park. Selain taman tematik, program “Satu RW, Satu Taman Bermain” juga akan dilaksanakan pada tahun ini.

Solusi : Sebaiknya kawasan publik dirawat dan penanganan sampahnya dilakukan oleh institusi, penyerahan kepada masyarakat tanpa pola yang jelas akan mengakibatkan pembiaran sampah di taman.

  1. Ditilang di Bandung karena Tak Punya Tempat Sampah, Warga Jakarta Protes

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2015/02/03/12142611/Ditilang.di.Bandung.karena.Tak.Punya.Tempat.Sampah.Warga.Jakarta.Protes

BANDUNG, KOMPAS.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung kembali menggelar razia bagi pengendara yang tidak memiliki tempat sampah di mobilnya, Selasa (3/2/2015). Razia yang digelar di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, tersebut dimulai pukul 08.00 WIB.

Selain mobil milik Pegawai Negeri Sipil (PNS), kendaraan pengunjung ataupun warga yang hendak mengurus keperluan surat menyurat juga ikut dirazia. Berdasarkan pantauan, hingga pukul 10.00 WIB, tercatat ada 19 orang pelanggar. Beberapa di antaranya adalah PNS dari Pekalongan dan PNS Pemkot Bandung.

“Dari 128 mobil yang diperiksa, ada 19 pelanggar,” kata Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung, Memet Rahmatur, saat ditemui di sela-sela razia, Selasa pagi.

Di tempat yang sama, salah satu pelanggar, Erick Lazuardi (30), sempat tidak terima ketika akan ‘ditilang’. Padahal, jelas-jelas pria yang bekerja di Bandung Command Centre ini tidak memiliki tempat sampah di dalam mobilnya. Namun setelah berdebat panjang, Erick akhirnya mau membayar denda sebesar Rp 250.000.

“Saya dari Jakarta, jadi saya tidak tahu. Di Jakarta enggak ada kaya gini, ” ujarnya.

Erick pun mengaku tidak pernah tahu soal Perda tersebut. Menurut dia, sosialisasi peraturan tersebut masih kurang.

“Saya pilih biaya paksa karena enggak mau repot. Tapi jujur saya enggak ikhlas karena tidak ada peringatan dulu sebelumnya,” ungkapnya.

Solusi: Perda perlu disosialisasikan dengan baik agar ada kesadaran masyarakat, sehingga tidak terjadi keluhan bahwa peraturan tersebut tidak diketahui. Padahal tujuan utama dari peraturan daerah tentang persampahan agar tercapai lingkungan yang bersih dan bukan menjadi “jebakan” untuk masyarakat.

  1. Singapura Tak Lagi Bersih…

Sumber:

http://properti.kompas.com/index.php/read/2015/02/03/0620017/Singapura.Tak.Lagi.Bersih.

 

KOMPAS.com — Kampanye “Jaga Singapura Tetap Bersih”satu dasawarsa seusai kemerdekaan terbukti efektif membuat negara ini sangat bersih dan rapi. Namun, kini standar kebersihan telah menurun drastis selama tiga tahun terakhir.

Kepala Dewan Kebersihan Umum, Liak Teng Lit, yang memimpin “Gerakan Singapura  Bersih”, bercerita, saat itu, kurun 1970 dan 1980, Singapura sangat bersih. Tak ada secuil pun sampah terlihat di jalan-jalan kota dan pelosok-pelosok di luar kawasan bisnis utama.

“Namun, kondisi mulai berubah dalam tiga tahun terakhir. Standar kebersihan menurun tajam. Sampah mulai terlihat di beberapa sudut kota, di luar stasiun mass rapid transit(MRT), toko-toko, dan restoran cepat saji,” ujar Teng Lit.

Dengan “Gerakan Singapura Bersih” yang dirintisnya, Teng Lit berharap ada lebih dari 10 orang yang membersihkan satu ruas jalan dan kawasan-kawasan tertentu yang dinilai sangat kotor. Mereka bekerja secara bergantian.

“Kita harus menghadapi kritik dengan gerakan nyata,” pungkas Teng Lit.

Hikmah: Menjaga kesadaran akan kebersihan adalah hal sulit. Kecintaan kebersihan sudah seharusnya menjadi kebiasaan. Selain itu peran serta masyarakat perlu terus ditingkatkan agar permasalahan sampah tidak lagi menjadi masalah.

6.       Massa Sidang Praperadilan Bubar, PN Jaksel Penuh Sampah

Sumber:

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/02/02/14310051/Massa.Sidang.Praperadilan.Bubar.PN.Jaksel.Penuh.Sampah

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasca-sidang praperadilan calon kepala Polri Komjen Budi Gunawan, Senin (2/2/2015) siang ini, halaman Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dipenuhi oleh sampah.
Sampah-sampah tersebut ditinggalkan ratusan orang yang hadir sejak pagi, Senin (2/2/2015). “Ya kalau sudah begini, ya gimana. Mau enggak mau ya dibersihkan sama petugas kita,” ujar Sair, salah satu staf bagian umum Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Sair, pihak PN Jakarta Selatan telah mengimbau kepada para koordinator massa untuk tetap menjaga kebersihan Pengadilan Jakarta Selatan selama melakukan aksi mereka.

“Susah kalau begini mah, sudah dikasih tahu juga tetap saja buang sampah, jadi seperti pasar (pengadilannya),” keluh Sair.

Solusi: Orang yang membuang sampah sembarangan di Jakarta dapat dikenakan sanksi denda maksimal Rp 500.000 sesuai dengan Perda Tentang Pengelolaan Sampah, Pasal 130, Ayat 1 huruf b.

7.       Di Gondangdia, Lurah Susan “Gaul” dengan Warga via WhatsApp

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/29/15464491/Di.Gondangdia.Lurah.Susan.Gaul.dengan.Warga.Via.Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com — Lurah Gondangdia Susan Jasmine Zulkifli ternyata juga menyebar nomor pribadinya kepada warga Kelurahan Gondangdia. Susan mengaku sering chattingmenggunakan aplikasi chat WhatsApp dengan warga untuk mendengar langsung keluhan para warganya.

“Nomor saya kan saya bagikan. Mereka kadang suka WhatsApp ke saya buat laporan,” ujar Susan di Kantor Lurah Gondangdia, Kamis (29/1/2015).

Dalam aplikasi WhatsApp Susan, terlihat salah seorang warga mengirimkan pesan kepada dia. Pesan tersebut berisi laporan mengenai jalan rusak yang ada di kawasan Gondangdia. Warga yang mengirim pesan pun juga mengirimkan foto kepada Susan mengenai situasi langsung jalan tersebut.

Warga lain juga ada yang mengadu soal adanya tumpukan sampah di lingkungannya. Laporan tersebut juga disampaikan lengkap dengan foto.

Susan mengatakan, laporan-laporan yang datang dari warga itu pun langsung dia teruskan kepada dinas terkait. Jika ada laporan jalan rusak, Susan akan meneruskannya ke Dinas Bina Marga DKI. Sementara masalah seperti tumpukan sampah biasanya masih dapat diatasi sendiri.

….

Hikmah : Penggunaan teknologi dapat mempercepat dan mengefektifkan pelayanan masyarakat. Pejabat / pemimpin adalah orang yang berkewajiban melakukan pelayanan prima untuk rakyatnya, maka pejabat haruslah mudah dihubungi dan selalu tersedia untuk rakyat yang dilayani.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s