Menanam dengan Kreativitas Daur Ulang

menanam dengan kreativitas daur ulang

Punya sampah anorganik menumpuk tapi belum bisa memanfaatkan? pingin menyalurkan hobi berkebun tapi males mau beli pot yang pasaran ? simak deh nih gambar-gambar inspiratif pot (wadah) berkebun yang unik-unik dan pastinya daur ulang… 😀
Kreativitas dari hal yang paling sederhana dan bermanfaat. Mari kita mencobanya.
sumber : http://gallerisampah.blogspot.com/2015/03/menanam-dengan-kreativitas-daur-ulang.html

Siapa Sangka Surabaya Punya Bank Sampah yang Dijadikan Objek Wisata Apik!

Siapa Sangka Surabaya Punya Bank Sampah yang Dijadikan Objek Wisata Apik!

13659441461198861469

Ada perkampungan di Surabaya yang terkenal sampai ke mancanegara karena tokoh dan warganya berhasil menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman. Kampung yang bernama Jambangan itu kini menjadi daerah tujuan wisata.

Kampung Wisata Jambangan terletak di Desa Jambangan,  Kecamatan karah, Surabaya. Bagi Anda yang ingin mengunjungi kampung wisata ini bisa menempuh perjalanan dari terminal angkutan kota Joyoboyo, naik angkot jurusan Joyoboyo-Karah. Atau dengan naik kendaraan pribadi berhenti tepat di bawah jalan tol Karah. Di situ ada papan plakat bertuliskan “Kampung Wisata Jambangan”.

1365941468999300283

Kampung Wisata Jambangan dikembangkan sejak tahun 1988. Kampung wisata ini telah menerima berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri karena keberhasilannya dalam menciptakan perkampungan hunian yang sehat, bersih dan asri.

Tidak mengherankan bila banyak orang-orang penting di negara kita dengan suka hati mengunjungi desa yang warganya rata-rata rajin menanam tanaman hias di halaman rumahnya ini.

Bahkan seorang pejabat IGGI (International Govermental Group on Indonesia) yang kala itu di jabat GP. Pronk sempat blusukan keluar-masuk kampung ini.

Kampung Wisata Jambangan sampai sekarang dicanangkan sebagai kampung percontohan untuk daerah lain di Indonesia.

Kampung ini pernah tersentuh program KIP (Kampung Improvment Project) dan banyak tokoh masyarakat daerah lain belajar dari keberhasilan kampung ini.

Memasuki kampung wisata Jambangan Anda akan dihadapkan dengan suasana bersih dan asri. Udara di sekitar terasa segar karena hijaunya tanaman di perkampungan ini.

13659417731171059885

Beraneka jenis pepohonan besar, perdu bahkan beragam tanaman hias dalam pot tertata rapi di depan rumah dan menghiasi setiap gang-gang yang ada di kawasan Kampung Jambangan.

Tokoh dan warga kampung ini selama puluhan tahun dengan kesadaran penuh berhasil mengelolah sampah rumah tangga mereka. Di setiap RT di tempatkan depo-depo sampah.

13659421591093754396

Tukang sampah memilah-milah sampah dan mengelompokkannya ke dalam bak penampungan. Ada bak yang berisi sampah-sampah kering. Bak yang lain berisi sampah basah.

Sampah kering yang berupa kardus atau plastik untuk selanjutnya dikirim ke bank sampah. Seperti layaknya bank-bank umum lainnya.

Setiap warga yang mengirimkan sampah keringnya akan dicatat oleh seorang petugas, berapa kilogram sampah yang ia setorkan ke bank sampah tersebut.

Truk pengangkut sampah kering setiap kurun waktu tertentu akan mendatangi bank sampah dan membawanya ke tempat pengepul untuk kemudian ditimbang.

Dari sampah kering yang dijual ke pengepul, warga (nasabah bank sampah) akan menerima sejumlah rupiah. Kemudian petugas bank membagikan keuntungan ini kepada setiap nasabah bank sampah yang membutuhkannya.

Sampah basah yang berupa sisa dapur dan sayuran selanjutnya dikomposkan (composting) dengan menempatkannya ke dalam drum-drum plastik (komposter).

13659429661850363895

Komposter dibuat sedemikian rupa dengan sistem pengudaraan (aerasi) yang baik dan memungkinkan bagi perkembangan mikroba pengurai sampah.

Seorang aktivis pengomposan lebih lanjut menjelaskan kepada kami bahwa sebelum dikomposkan, bahan-bahan tadi dicacah (dipotong-potong) terlebih dulu menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Hal ini supaya memudahkan aktivitas mikroba (dekomposer) dalam menguraikan bahan kompos itu.

Dengan membolak-balikkan bahan kompos secara teratur setiap 2-3 hari sekali dan memasukkan starter (bibit kompos) yang didalamnya sudah mengandung EM 4 (Effective microorganisms) maka selama 2-3 bulan sudah bisa diperoleh rabuk yang sudah matang (kompos) yang siap dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman.

Warga kampung ini menempatkan kompos ke dalam polibag (pot kantung plastik) sebagai pupuk organik untuk campuran media tanam sayuran atau tanaman hias.

Mereka menanam sayur atau tanaman hias dalam pot atau polibag karena terkendala oleh minimnya lahan. Dengan kreativitas dan semangat yang tinggi mereka mampu menyulap gang-gang yang sempit itu menjadi kawasan yang penuh dengan tanaman hias sehingga lingkungan perkampungan ini menjadi bersih, sehat dan asri.

13659434871042925160

Ajakan atau slogan kepada warga kampung tentang pentingnya menggunakan sumber daya air secara bijak juga menjadi program utama yang terkait dengan pengelolaan lingkungan kawasan ini.

Kampung Wisata Jambangan juga berperan aktif dalam turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, hal ini terbukti dengan didirikannya taman bacaan (perpustakaan) bagi warga setempat.

Secara gratis warga bisa menikmati layanan taman bacaan ini.  Ada cukup banyak koleksi literatur yang bisa dimanfaatkan warga, termasuk jurnal-jurnal ilmiah populer yang berkaitan erat dengan pengelolaan lingkungan hidup.

13659437221053897471

Menjelang sore kamipun segera beranjak pulang.  Ada satu oleh-oleh yang kami dapatkan dari perjalanan destinasi kali ini, yaitu : inspirasi tentang pentingnya menciptakan suasana tempat tinggal yang sehat dan nyaman dimana belakangan ini jarang diperhatikan orang.

sumber : http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/04/14/siapa-sangka-surabaya-punya-bank-sampah-yang-dijadikan-objek-wisata-apik-546225.html

Kawasan Konservasi di Garut Rawan Menjadi Lahan Pembuangan Sampah

Kawasan Konservasi di Garut Rawan Menjadi Lahan Pembuangan Sampah

Tumpukan limbah dibuang di gunung guntur, foto istimewa

Gapura Garut ,- Kepala Seksi Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) wilayah V Jawa Barat di Kabupaten Garut, Toni Ramdani mengakui jika  empat Taman Wisata Alam (TWA) dan cagar alam dibawah garapannya  rawan dijadikan lokasi pembuangan limbah.
“Jumlah personel KSDA terbatas sementara cakupan wlayah cukup luas. Jadi tidak mungkin bagi kami melakukan pengawasan di seluruh kawasan selama 24 jam penuh. Makanya kawasan TWA dan cagar alam di Garut sangat rawan menjadi lokasi pembuangan limbah,” kata Toni, Selasa (10/3/2015).
Empat kawasan di Garut yang rawan tersebut adalah TWA Kamojang, Gunung Guntur, Papandayan, dan Talaga Bodas. Tak tanggung-tanggung, limbah yang dibuang di kawasan ini masuk bahan beracun dan berbahaya (B3).
“Pada Februari lalu, kami menemukan limbah B3 di kawasan TWA Kamojang, lokasinya masuk Blok Seureuh Jawa wilayah Gunung Guntur, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler. Saat itu, ada beberapa titik tumpukan limbah di kawasan tersebut,” jelasnya.
Selain limbah kulit, dan sampah hotel kawasan Cipanas Garut, di sejumlah titik tumpukan itu pihaknya menemukan limbah medis.
“Limbah medis ini terdiri dari bekas-bekas botol obat, alat suntik, perban, dan lainnya. Kami heran kenapa bisa peralatan medis ikut dibuang bersamaan dengan limbah kulit. Semua limbah ini dibuang pada malam hari,” tuturnya.
Sementara itu ditemui terpisah, pengelola salah satu klinik di Kecamatan Cisurupan, Deni Ramdani, mengaku heran bila limbah medis ikut dibuang bersamaan dengan limbah kulit. Sebab menurut dia, selama ini selalu ada pihak yang bertanggung jawab untuk membuang limbah medis.
 
“Pihak yang bertanggung jawab untuk membuang limbah medis itu adalah BUMD milik pemerintah provinsi. Tidak sembarangan dibuang. Makanya aneh bila limbah medis ikut dibuang bersama dengan limbah kulit,” tuturnya.
 
BUMD tersebut, biasa mengangkut limbah-limbah medis dari klinik dan puskesmas di setiap kecamatan. Seluruh limbah diangkut dan dibuang untuk dimusnahkan di Bandung.
 
“Saya tidak tahu persis di mana, namun informasinya memang akan dimusnahkan di Bandung. Limbah medis juga dibagi dua macam, yakni organik dan non organik. Kedua limbah ini dibedakan jenisnya, termasuk tarif pengangkutannya. Kurang lebih saya harus membayar Rp 35.000/kg untuk membuang masing-masing jenis limbah ini saat menggunakan jasa mereka.,” tandasnya.
***Bro

sumber : http://gapuraindonesia.com/peristiwa/2015/03/10/kawasan-konservasi-di-garut-rawan-menjadi-lahan-pembuangan-sampah/#sthash.SVDRnPDC.dpuf

Sampah Diolah, Tak Perlu Perluasan TPA — Kerjasama Holcim dan Pemda Kabupaten Cilacap

Sampah Diolah, Tak Perlu Perluasan TPA

CILACAP, SATELITPOST– Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Cilacap memastikan, pada tahun 2017 akan dibangun pabrik pengolahan sampah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi adanya sampah yang terus menumpuk setiap harinya di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Peta Kabupaten Cilacap

“Setiap harinya sampah selalu bertambah, dengan adanya pabrik pengolahan sampah ini menjadi soulsi inovatif penanganan sampah. Kita tidak perlu memperluas lahan TPA yang saat ini semakin menyempit,” kata Kepala DCKTR Cilacap, Sunarno kemarin.

Pemerintah tidak perlu mempeluas lahan TPA untuk bisa menampung sampah yang semakin lama terus bertambah. Selain itu juga tidak perlu dipusingkan dengan adanya pembebasan lahan milik warga yang nantinya dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Lahan TPA sudah kritis, mencari alternatif TPA baru pun akan sulit dan mahal. Sudah tidak ada lahan lagi untuk perluasan. Selain itu juga tidak mudah jika nantinya ada perluasan, karena sampah akan sangat menganggu lingkungan, terutama terkait dengan bau,” katanya.

Karena itu, rencana pembangunan pabrik pengolahan sampah yang bekerjasama dengan PT Holcim Indonesia Cilacap ini, menurutnya akan sangat bermanfaat. Pemerintah dengan PT Holcim bahkan sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Desember 2014 lalu.

“Saat ini masih melakukan penyusunan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang lebih detil membahas tugas dan kewenangan masing-masing pihak termasuk permohonan bantuan kepada pemerintah,” katanya.

Pabrik tersebut, kata dia akan mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif semen selain sekam dan batubara yang digunakan selama ini oleh Holcim. Sampah yang diolah pun bisa masuk semua jenid sampah, baik organik maupun anorganik.

Pembangunan direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2017 dan diperkirakan selesai pada tahun 2020, dengan biaya dari holcim Rp 30 miliar dan pemerintah Denmark Rp 30 miliar. Dengan pembangunan pabrik ini Pemkab akan menghemat biaya Rp 17 miliar di tahun 2020 atau Rp 3 miliar per tahun. Selain itu, pemanfaatan lahan yang lebih efektif karena tidak perlu lahan TPA baru sampai dengan tahun 2025.(ale)

sumber : http://satelitnews.co/sampah-diolah-tak-perlu-perluasan-tpa/

Bayar Listrik dan Pulsa Handphone Dengan Sampah

Setelah mengunjungi Community Development Centre yang masih berada di desa Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, kemudian kami melanjutkan kunjungan ke sebuah Bank Sampah Lakmus yang masih berada di desa yang sama. Di KSB sendiri menurut Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat, Sudirman, menyebutkan ada lebih dari 10 ton sampah yang dikelola setiap hari.  Dengan frekuensi dan jumlah sampah yang semakin meningkat, Bank Sampah Lakmus ini merupakan salah satu solusi untuk mengurangi sampah. Selain itu juga mampu memberikan keuntungan baik untuk para penabung atau nasabahnya dan juga pegawai yang bekerja di Bank Sampah Lakmus. Slogan Re-use, Re-duce dan Re-cycle ternyata sudah di terapkan di Maluk ini.

Menurut para petugas Bank Sampah Lakmus (BSL) sudah banyak nasabahnya yang mendapatkan keuntungan dari tabungan sampahnya selama ini. Bahkan hal tersebut mendorong anak-anak SD di desa Maluk untuk berbondong-bondong menabung sampah. Hal tersebut jelas memberikan dampak positif dengan keberadaan BSL. BSL merupakan inisiatif warga dibawah binaan PT Newmont Nusa Tenggara, KSB.

Bagi anak-anak SD, tabungan bank sampah mereka bisa menjadi tambahan uang saku atau bahkan untuk uang sekolah. Sedangkan bagi ibu rumah tangga dan keluarga bisa menjadi tambahan untuk membeli pulsa listrik atau pulsa handphone. Menarik bukan?

Selain di jual kembali oleh BSL, barang-barang yang merupakan sampah ini juga ada yang dibuat kedalam berbagai bentuk kerajinan tangan. Beberapa diantaranya seperti tas yang terbuat dari plastik bekas sabun cuci. Dengan mengubahnya menjadi sebuah produk fungsional, sampah tersebut nilainya menjadi lebih tinggi.

Jika saja disetiap desa terdapat sebuah bank sampah, tentu akan mengurangi jumlah sampah yang harus di buang ke TPA. Pemberdayaan masyarakat yang memiliki dampak luas dan bernilai pendidikan seperti inilah yang terus di dukung dan dikembangkan PT NNT sebagai salah satu bentuk tanggung jawabnya terhadap masyarakat lingkar tambang.

Jika dikelola dengan baik, model pemberdayaan seperti BSL ini justru menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Bahkan bisa dimodifikasi sehingga menjadi keuntungan lain seperti asuransi sampah yang digagas oleh salah seorang dokter di Malang, Jawa Timur. Gamal Albinsaid telah memulainya dengan mendirikan klinik asuransi sampah.

Semua nasabah atau masyarakat dapat menikmati pemeriksaan kesehatan termasuk obat secara gratis dengan sampah-sampah yang disetorkan ke Klinik Asuransi Sampah. Disaat asuransi hanya milik kalangan atas, ternyata Sampah bisa menjadi solusi untuk jaminan kesehatan.

Selain dokter Gamal ada juga Febriarti Khairunnisa yang membuat usaha daur ulang sampah di Lombok, NTB. Dari usahanya tersebut bukan hanya tambahan uang sekolah untuk anak-anaknya tetapi juga bisa mendapatkan penghargaan karena dedikasinya sehingga dinobatkan menjadi Indonesian Women of Change (IWoC) Awards dari Kedubes AS.

Indonesia sebetulnya memiliki kekuatan dalam pengelolaan sampah. Menurut data kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2013, seluruh bank sampah yang berada di Indonesia secara nasional mampu menghasilkan uang hingga mencapai Rp. 15,7 miliar perbulan. Dengan dana seperti itu, pemberdayaan masyarakat memang benar-benar memerlukan perhatian khusus agar dibina dan diarahkan lebih khusus lagi.

Dengan sampah nantinya masyarakat tidak perlu lagi membayar asuransi kesehatan bahkan tidak perlu lagi membayar uang sekolah karena sudah di cover oleh tabungan di bank sampah. So, jangan pernah remehkan sampah!

sumber : http://www.dzulfikaralala.com/2015/03/bayar-listrik-dan-pulsa-handphone-dengan-sampah/

Kumpulan Berita Inbesa #2 – 16 Maret 2015

  1. Bantul Kerahkan 18 Armada Pengangkutan Sampah

Sumber : http://www.antarayogya.com/berita/329459/bantul-kerahkan-18-armada-pengangkut-sampah

Senin, 16 Februari 2015 07:03 WIB

Pengangkutan Sampah di Kabupaten Bantul

ilustrasi gerobak sampah (antarafptp.com)

Bantul (Antara Jogja) – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengerahkan 18 armada sebagai sarana pengangkutan sampah dari seluruh tempat pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah Piyungan.
“Sarana pengangkutan sampah yang kami miliki saat ini ada 18 armada yang terdiri dari enam armada truk `arm roll`, kemudian sisanya `dump truk`,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Persampahan, Pertamanan, dan Pemakaman (KP3) Bantul Surono di Bantul, Senin.


Ia mengatakan dari seluruh 17 kecamatan se-Bantul, ada satu kecamatan, yakni Dlingo yang belum dijangkau armada pengangkutan sampah, sedangkan 16 kecamatan lainnya sudah dijangkau meskipun volume sampah berbeda.


Dalam sehari, rata-rata volume sampah yang terangkut 60 ton atau sekitar 14 persen dari total volume sampah sekitar 450 ton yang masuk ke TPA Piyungan.

Solusi : Peningkatan pelayanan perlu terus dilakukan pelayanan 14% termasuk dalam kategori rendah. Pengadaan truk bias menggunakan skema pendanaan CSR seperti yang dilakukan Kota Bandung.

  1. Retribusi Sampah Naik, Kepala DKPP Jamin Sampah Tidak Menumpuk

Sumber : http://batam.tribunnews.com/2015/02/15/retribusi-sampah-naik-kepala-dkpp-jamin-sampah-tidak-menumpuk

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN – Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tanjungpinang menaikkan pungutan retribusi sampah mulai Januari 2015. Kenaikannya sebesar 100 persen dari nilai sebelumnya. Yaitu dari Rp 25.000 perbulan, menjadi Rp 50.000 perbulan. Kenaikan retribusi ini sontak membuat kaget sejumlah warga yang menggunakan jasa angkut sampah tersebut.

Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk mengerti dan mentaati Peraturan Daerah yang ada. Karena Perda juga disahkan oleh wakil rakyat untuk kepentingan pembangunan Kota Tanjungpinang lebih baik. “Dalam Ranperda Persampahan yang diusulkan ke DPRD beberapa waktu lalu tidak ada perubahan terkait retribusi,” katanya.

Solusi : Pemberlakuan tarif retribusi sebaiknya dilakukan sosialisasi terlebih dahulu untuk mengurangi respon negatif warga. Untuk meningkatkan pemahaman warga sebaiknya anggaran operasional pengangkutan sampah dibuka kepada warga, dibelanjakan ke mana saja uang retribusi tersebut.

  1. STOP Sampah di Berbagai Negara

Sumber : http://www.gadis.co.id/gaul/aksi/stop.sampah.di.berbagai.negara/001/006/58

… . Negara-negara lain pun berpikir keras cari cara mengurangi jumlah sampah. Mungkin ide mereka bisa kita tiru:
Hongkong
Sebagai salah satu pusat shopping dunia, sudah pasti Hongkong menghasilkan sampah plastik yang banyak banget. Makanya, sejak tahun 2006, pemerintah Hongkong memberlakukan No Plastic Bag Day setiap awal bulan ke seluruh toko agar mereka bisa mengurangi kantong plastik belanja.
Singapura
Membuang sampah sembarangan adalah kejahatan serius di kota ini. Kalau ketahuan sama aparat, si pelaku akan didenda sebanyak $ 1.000 dan harus menyapu jalanan seharian!
Inggris
Beberapa kota di Negara Inggris mengajak organisasi masyakarat untuk membantu pemerintah mengumpulkan sampah. Organisasi yang paling banyak mengumpulkan sampah untuk didaur ulang, akan mendapatkan rewards yang lumayan, lho, yaitu antara 75 – 1000 Euro. Kalau dihitung ke rupiah, nilainya bisa mencapai belasan juta!
Amerika Serikat

Hampir setiap kota di Amerika Serikat punya household waste recycling centre (HWRC), yaitu drop zone bagi sampah rumah tangga yang bisa didaur ulang. Nah, untuk sampah yang nggak bisa didaur ulang, tinggal datang saja ke Swap shop, di mana kita bisa barter barang yang nggak terpakai dengan barang yang kita perlukan.

Hikmah : Di atas adalah beberapa solusi aplikatif uang bias diterapkan di Indonesia.

  1. BNI Hibahkan Becak Motor Sampah (Kota Padang Panjang)

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/koran/csr-koran/15/02/18/njyjkh1-bni-hibahkan-becak-motor-sampah

Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, menerima hibah 10 kendaraan pengangkut sampah berupa becak motor dari Bank Negara Indonesia (BNI). Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang dananya bersumber dari CSR perseroan.Pimpinan BNI Kantor Cabang Bukittinggi M Rozali mengatakan, bantuan itu merupakan wujud kepedulian BNI terhadap lingkungan dan kebersihan kota. Sebanyak 10 unit becak motor itu diharapkan dapat dimanfaatkan guna pengangkutan sampah dalam menjaga kebersihan kota.
“Bantuan kepada Pemkot Padang panjang ini sudah menjadi program BNI setiap tahunnya. Sebelumnya, kami membantu 10 unit becak motor kepada Pemkot Padang Panjang pada Desember 2014,” katanya, di Padang Panjang, pekan lalu. …

Hikmah : Pemetaan potensi pendanaan CSR perlu dibuat untuk mempercepat dan menambah dukungan penanganan sampah melalui dana CSR.

  1. Sampah Menjadi Sorotan dalam Rapat Parnipurna DPRD Klaten

Sumber : http://www.kabarlawu.com/4779/sampah-menjadi-sorotan-dalam-rapat-parnipurna-dprd-klaten.html

Lembaga DPRD meminta PemKab segera menyelesaikan permasalahan tersebut agar tidak berlarut-larut dan tak mengakibatkan polemik di masyarakat. “Kami ingin PemKab segera menindaklanjuti permasalahan sampah  akibat penutupan TPA [tempat pembuangan akhir] di Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Utara. Lalu penolakan warga di Desa Joho, Kecamatan Prambanan setelah pembuangan sampah di alihkan ke TPA itu,” kata juru bicara Fraksi Parta Keadilaan sejaterah atau yang disingkat (PKS) lembaga DPRD Klaten, Budi Raharjo saat membacakan isi tentang Fraksi dalam Rapat Paripurna.

“Sudah ada dua atau tiga lokasi untuk rencana pembangunan TPA baru di Klaten. Tim PemKab sedang mengkaji lokasi mana yang tepat agar tidak menggangu masyarakat. yang jelas kami merencanakan tahun ini ada lokasi dulu yang di bangun untuk dijadikan TPA,” katanya saat di temui wartawan seusain Rapat Paripurna.

Dia mengatakan pengadaan TPA selama ini terkendala ketentuan luas minimal lahan TPA yaitu 5  hektare. Tetapi, saat-saat ini ada kebijakan baru dari pemerintah pusat bahwa TPA akan dibangun pada lahan yang luasnya kurang dari 5 hektare. Seperti yang diberitakan sebelumnya, PemKab sudah menutut TPA di Desa Jemboran karena sudah overload selain ada penutupan jalan ke TPA oleh warga sekitar. Pembuangan sampah pun sempat dipindah untuk sementara ke TPA di Desa Joho, Kecamatan Prambanan dengan minta persetujuan warga sekitar. Namun, akhirnya warga di wilayah tersebut menolak.

Solusi : Penyusunan master plan / PTMP perlu dilakukan dan diimplementasikan, agar pemerintah daerah tidak terkesan terburu-buru dalam penyediaan TPA. Dengan mengacu ke Masterplan diharapkan penanganan sampah dapat lebih terencana dan berjalan lebih baik. Sosialisasi untuk lokasi TPA baru juga dilakukan untuk mendukung ketersediaan lahan TPA.

  1. DKP Jajaki Pengolahan Sampah Menjadi Batu Bata

Sumber : http://fajarbali.com/index.php/berita/gianyar/2785-dkp-jajaki-pengolahan-sampah-menjadi batu-bata.html

GIANYAR-Fajar Bali | Berbagai upaya dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Gianyar dalam menanggulangi masalah sampah. Selain telah mendaur ulang limbah atau sampah menjadi pupuk dan membentuk Bank Sampah, kini mulai menjajaki pengolahan sampah menjadi briket hingga batu bata. Ide atau terobosan itu tercetus saat Kepala DKP Gianyar, I   Wayan Kujus Pawitra, Kamis (5/3) menerima 3 peneliti asal Bandung yang memberikan penawaran kepada Pemkab Gianyar berupa pengelolaan sampah tanpa sisa dan mengolahnya menjadi briket hingga batu bata. Ketiga peneliti yang diterima di Kantor DKP Gianyar itu, adalah Budi Listyawan, Nana Priatna dan Dewi Nurhidayati.

Budi Listyawan menyampaikan bahwa pihaknya mampu mengolah sampah-sampah organik maupun bukan organik menjadi briket hingga batu bata untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Apalagi, Gianyar memiliki TPA Temesi yang mendapat kiriman sampah tiap hari, perlu tambahan bantuan untuk melakukan daur ulang sampah.

Namun demikian, pihaknya perlu melakukan survei dan kajian lebih lanjut mengenai produksi sampah dalam sehari sehingga diketahui jumlah briket dan batu bata yang bisa dihasilkan. “Ini baru awal penawaran dan tentu ada tahap uji coba untuk mendapatkan data yang valid,” terangnya.

Solusi : Penelitian dan pengujian kelayakan daur ulang sampah menjadi batu bata perlu dilakukan untuk mendukung pengembangan alternatif metode daur ulang guna meningkatkan penanganan persampahan.

  1. DKP Ambil Alih Penanganan Sampah di Kusamba

Sumber : http://balipost.com/read/lingkungan/2015/01/11/28087/dkp-ambil-alih-penanganan-sampah-di-kusamba.html

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Penanganan sampah di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, kembali menjadi sorotan. Setiap hari tumpukan sampah terus meluber hingga ke jalan raya. Kondisi itu membuat Kusamba yang dikenal dengan aktivitas nelayan itu menjadi terkesan kumuh. Guna mengatasinya, DKP Klungkung mengambil alih penanganan sampah di Kusamba yang sebelumnya dilakukan secara swakelola oleh pihak desa. Keputusan itu diambil DKP Klungkung, setelah menerima instruksi dari Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Begitu juga saat dilakukan pengecekan ke lapangan.

Terakhir, Suwirta bersama DKP turun mengecek di lingkungan setempat pada, Sabtu (10/1/2015) lalu. Bupati Suwirta, mengatakan kesadaran warga setempat menjaga lingkungannya, dinilai masih rendah. Apalagi masyarakat membuang sampah dengan seenaknya di pinggir jalan. Padahal, sudah ada bak penampungan sementara yang dikelola Desa Kusamba.

Perbekel Kusamba, Ketut Winastra menuturkan, dalam upaya menangani sampah, pihaknya telah menyiapkan satu unit armada truk sampah untuk mengangkut sampah di wilayahnya. Namun, karena armada yang terbatas, untuk pengangkutan sebanyak dua kali perhari, jumlah sampah yang diproduksi diwilayahnya ini hanya mampu terangkut sebanyak 14 meter kubik. (bagiarta/balipost)

Solusi : Pemetaan daerah rawan masalah persampahan perlu dilakukan. Penanganan sampah di desa nelayan ini bisa menjadi studi wilayah studi penanganan sampah perdesaan. Penanganan sampah jika diperlukan dapat melayani perdesaan. Pengurangan sampah di desa tersebut perlu dilakukan.

-disusun dari berbagai sumber.

LKTI Tingkat SMA/SMK/MAN Sederajat Se-Kota Jambi dengan Tema Sampah Menjadi Energi (Pendaftaran Hingga 24 Maret)

Deskripsi:
Sampah merupakan permasalahan yang dihadapi hampir di setiap kota. Kota Jambi sendiri dengan penduduk 681.682 orang menghasilkan sampah sebesar 1535 m3/hari. Sejauh ini penanganan sampah Kota Jambi masih menggunakan tehnik konvensional, seperti melalui pengelolaan sistem open dumping pembuangan ke TPA, dijadikan kompos, dibakar, ataupun ada yang dibuang ke sungai.

Penanganan masalah sampah dengan tehnik di atas cenderung tidak ramah lingkungan dan kurang bernilai ekonomis. Pengelolaan dengan sistem open dumping sering menimbulkan masalah baru, yaitu menghasilkan gas polutan. Pengelolaan sampah menjadi kompos cenderung kurang bernilai ekonomis dan penanganan dengan cara dibakar akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan pernafasan bagi manusia. Sedangkan penanganan sampah dengan cara dibuang ke sungai akan memberikan dampak langsung berupa sumber penyakit bagi manusia, seperti penyakit kulit dan penyakit menular, sedang dampak tidak langsungnya adalah sebagai penyebab terjadinya banjir.

Melihat pada berbagai kelemahan tehnik diatas, maka diperlukan suatu tehnik pengelolaan baru yang lebih ramah lingkungan dan mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tinggi. Melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah ini diharapakan akan lahir ide-ide alternatif tentang pengelolaan sampah menjadi energi yang pada akhirnya akan berguna bagi Kota Jambi.

A. Tema dan Sub Tema
LKTI Bidang Litbang Bappeda Kota Jambi 2015 ini mengangkat tema tentang “Sampah Menjadi Energi (Waste to Energy)”.

B. Tujuan
Mengembangkan penelitian mengenai “Pemanfaatan sampah masyarakat menjadi energi alternatif.”

C. Sifat Tulisan

  1. Karya tulis dapat merepresentasikan gagasan yang inovatif, kreatif dan solutif mengenai pengelolaan sampah menjadi energi alternatif;
  2. Karya tulis bersifat orisinal dan belum pernah menjadi juara di ajang kompetisi sejenis;
  3. Karya tulis bersifat objektif, tidak mendukung SARA, dan didukung oleh fakta yang aktual;
  4. Karya tulis dapat berupa hasil telaah pustaka maupun penelitian;
  5. Penulisan dilakukan secara sistematis dan logis dengan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar, sesuai EYD.

D. Ketentuan Peserta

  1. Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah adalah siswa aktif tingkat SMA/SMK/MAN sederajat di Kota Jambi.
  2. Setiap siswa hanya diperbolehkan mengirimkan 1 (satu) karya tulis.

E. Ketentuan Pengiriman Berkas
1. Setiap peserta wajib mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran secara offline yang dapat diakses di http://www.bappeda.jambikota.go.id.
2. Tahap pendaftaran akan dibuka mulai 14 – 24 Maret 2015.
3. Karya tulis dikirim dalam bentuk hardcopy (via jasa pengiriman) mulai tanggal 30 Maret 2015 s/d 20 April 2015.
4. Berkas karya tulis dibuat dalam rangkap tiga dimasukkan ke dalam amplop warna coklat disertai dengan tulisan LKTI Litbang Bapeda Kota Jambi 2015 pada bagian pojok kanan atas bagian depan dan belakang amplop berwarna coklat. Dikirimkan ke alamat panitia:

BAPPEDA KOTA JAMBI ( Sekretariat LKTI Litbang)
Jl. Jend. Basuki Rahmat, Kec. Kotabaru 36128

5. Peserta wajib menyertakan nomor handphone dan alamat email yang dapat dihubungi pada karya tulisnya.
6. Karya tulis dijilid dengan cover warna hijau muda.
7. Batas akhir penerimaan hardcopy maupun softcopy naskah karya tulis adalah tanggal 20 April 2015.
8. Softcopy naskah karya tulis dengan format Word (.doc) atau PDF (.pdf) dikirim melalui emailwww.LitbangKot4j4mb1@gmail.com. Peserta yang sudah mengirimkan karya tulisnya harus konfirmasi ke panitia melalui sms dengan format LKTI_(Nama Siswa)_(Asal Sekolah)_(3 kata pertama judul karya tulis) ke nomor 0811748654.
Contact Person:
Arief : 0811748654
Ijal : 087896554595
9. Karya tulis yang dikirim WAJIB dengan menyertakan dokumen-dokumen di bawah ini:
a. Fotocopy Kartu Tanda Pelajar;
b. Foto ukuran 3×4 1 lembar;
c. Formulir pendaftaran 1 lembar.
10. Semua peserta yang telah mengirimkan karya tulis dan memenuhi seluruh persyaratan administrasi akan mendapatkan sertifikat sebagai peserta LKTI Litbang Bappeda Kota Jambi 2015.
11. Panitia tidak menerima revisi karya yang telah dikirimkan baik softcopy maupun hardcopy.
12. Karya tulis merupakan karya sendiri/orisinal dari siswa yang bersangkutan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media manapun, belum pernah diikutkan dalam perlombaan sejenis, belum pernah dipresentasikan dan/atau tidak pernah digunakan untuk media komunikasi apapun (disertai pernyataan tertulis dalam surat pernyataan dan disertai materai Rp 6.000 dan dikirimkan beserta hardcopy).
13. Semua kecurangan pada perlombaan ini akan berakibat pada pengurangan penilaian dan diskualifikasi.
14. Pendiskualifikasian akan dilakukan apabila peserta lomba tidak memenuhi seluruh kelengkapan syarat administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
15. Juara yang terpilih merupakan peserta yang memiliki nilai tertinggi hasil kumulatif dari semua aspek penilaian yang dikategorikan dalam penilaian karya tulis.
16. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
17. Segala urusan keuangan menyangkut pembuatan karya tulis bukan merupakan tanggung jawab panitia.
18. Ketentuan yang belum tercantum diatas akan diatur di kemudian hari.

F. Penilaian LKTI Litbang Bappeda Kota Jambi 2015
Seleksi LKTI dilaksanakan oleh tim penilai dengan tahap seleksi sebagai berikut:
1. Seleksi dan Penilaian Karya Tulis Ilmiah
Hasil karya tulis ilmiah yang diajukan dalam bentuk hardcopy dan softcopy diseleksi oleh tim penilai yang telah ditentukan pada tanggal 21 April 2015 hingga 27 April 2015. Dalam tahap ini akan dipilih maksimal 10 besar karya tulis terbaik untuk mengikuti grand final.

2. Grand Final
a. Peserta yang lolos pada tahapan seleksi Karya Tulis Ilmiah akan diinformasikan melalui websitehttp://www.Bappeda.jambikota.go.id pada tanggal 29 April 2015 dan dihubungi langsung oleh panitia.
b. Technical Meeting dan Tahap presentasi akan dilaksanakan dalam rangkaian acara Litbang Bappeda 2015 di Aula Bappeda Kota Jambi pada tanggal 6 Mei 2015.
c. Peserta yang lolos menuju tahap presentasi wajib mengumpulkan slide presentasi /PPT (15-20 slide) saat technical meeting pada tanggal 6 Mei 2015.
d. Peserta berpakaian seragam sekolah masing-masing rapi, sopan, dan bersepatu pada saat presentasi.
e. Peserta akan tampil dan mempresentasikan karya tulisnya di hadapan tim penilai, yang berasal dari Bappeda Kota Jambi.
f. Alokasi waktu presentasi masing-masing peserta adalah:
• Presentasi karya tulis maksimal 10 menit.
• Tanya-jawab dengan tim penilai maksimal 15 menit.
• Peserta diperbolehkan menggunakan sarana dan prasarana yang sesuai dengan isi dari presentasi. Sarana dan prasarana tersebut dipersiapkan dan dibawa sendiri oleh peserta.
g. Peserta yang tidak hadir saat presentasi dinyatakan gugur sebagai finalis dan keputusan tim penilai tidak dapat diganggu gugat.
h. Informasi dan ketentuan tambahan akan diumumkan melalui web.

G. Jadwal Pelaksanaan

 BABAK PENYISIHAN WAKTU PELAKSANAAN
 Pendaftaran 14 – 25 Maret 2015
 Pengumpulan Karya Tulis 30 Maret – 20 April 2015
 Penilaian Karya Tulis 21 April – 27 April 2015
 BABAK FINAL WAKTU PELAKSANAAN
Pengumuman Hasil Seleksi 29 April 2015
Technical Meeting dan Grand Final 6 Mei 2015
Pengumuman Pemenang 8 Mei 2015
Penyerahan Hadiah 17 Mei 2015

H. Ketentuan Penulisan Karya Tulis Ilmiah
I. Sifat dan Isi Tulisan
Sifat dan isi tulisan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Kreatif dan Inovatif
• Tulisan berisi gagasan yang kreatif sesuai dengan tema
• Karya tulis berupa inovasi dari peserta untuk menyelesaikan problematika pengelolaan sampah menjadi energi
b. Orisinalitas karya
• Keaslian gagasan dalam menciptakan sebuah inovasi
c. Kelayakan Implementasi
• Tingkat implementasi gagasan
• Kebermanfaatan karya dalam masyarakat
d. Logis dan sistematis
• Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan runtut
• Pada dasarnya karya tulis ilmiah memuat unsur-unsur identifikasi masalah, analisis, kesimpulan dan saran
• Isi tulisan berdasarkan hasil kepustakaan dan atau hasil pengamatan dan atau interview, atau hasil penelitian.

II. Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan LKTI hendaknya berisi rancangan yang teratur sebagai berikut:
1. Bagian Awal
a. Halaman Judul (Cover)*
1) Judul diketik dengan huruf besar (kapital), ekspresif, dicetak dengan Bold, sesuai dan tepat dengan masalah yang ditulis, serta tidak membuka peluang untuk penafsiran ganda;
2) Nama penulis, nomor induk siswa dan tahun angkatan ditulis dengan jelas;
3) Nama sekolah ditulis dengan jelas (disertakan logo sekolah);
4) Sekolah asal dan tahun penulisan ditulis dengan jelas;
5) Warna cover depan makalah karya tulis ilmiah: warna hijau.
b. Halaman Pengesahan*
1) Lembar pengesahan memuat judul, nama lengkap siswa, nomor induk siswa, asal sekolah, no telp/HP (contoh terlampir);
2) Lembar pengesahan ditandatangani langsung (bukan scan tanda tangan) oleh Siswa, dan Kepala Sekolah lengkap dengan stempel sekolah;
3) Lembar pengesahan diberi tanggal sesuai dengan tanggal pengesahan.
c. Halaman Pernyataan*
Karya adalah karya sendiri/orisinil dari siswa yang bersangkutan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media mana pun, belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan sejenis, belum pernah dipresentasikan dan/atau tidak pernah digunakan untuk media komunikasi apapun (disertai pernyataan tertulis dalam lembar penyataan yang terlampir di pedoman lomba karya tulis ilmiah ini dengan disertai materai Rp.6.000,- pada kolom tanda tangan peserta.
d. Kata Pengantar
e. Daftar isi dan daftar lain seperti daftar gambar, daftar table, dan daftar lampiran jika diperlukan
f. Abstrak
Disusun maksimal 1 halaman yang mencerminkan isi keseluruhan karya tulis, mulai dari latar belakang, tujuan, landasan teori yang mendukung, metode penulisan, pembahasan, kesimpulan sekaligus kata kunci 3-5 kata kunci yang diketik miring dan dicetak Bold.
* lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh cover (lampiran 1), halaman pengesahan (lampiran 2), dan halaman pernyataan (lampiran3).

2. Bagian Inti
a. Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisi hal-hal sebagai berikut:
1) Latar belakang berisi gambaran umum mengenai topik yang diangkat serta alasan memilih pokok permasalahan menjadi karya tulis;
2) Perumusan masalah yang mencakup permasalahan yang diteliti. Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti dan solusi dari penelitian yang dilakukan uraian singkat mengenai gagasan keratif yang ingin disampaikan;
3) Tujuan dan manfaat yang ingin dicapai melalui penulisan.
b. Tinjauan Pustaka
1) Uraian yang menunjukan landasan teori dan konsep-konsep yang relevan dengan masalah yang dikaji;
2) Uraian mengenai pendapat yang berkaitan dengan masalah yang dikaji. Kutipan akan lebih baik bila diambil dari sumber pustaka primer seperti jurnal penelitian, buletin, buku, prosiding seminar, maupun internet. Namun tidak diperbolehkan mengutip dari blog milik pribadi;
3) Uraian mengenai pemecahan masalah yang pernah dilakukan.

c. Metode Penulisan
Penulisan dilakukan mengenai metode yang benar dengan menguraikan secara cermat cara/prosedur pengumpulan data dan atau informasi, pengolahan data dan atau informasi, analisis-sintesis, mengambil kesimpulan, serta merumuskan saran atau rekomendasi.
d. Pembahasan
Analisis permasalahan didasarkan pada data dan atau informasi serta telaah pustaka untuk menghasilkan alternatif metode pemecahan masalah atau gagasan yang kreatif.
e. Penutup
1) Simpulan harus konsisten dengan analisis permasalahan dan menjawab tujuan
2) Saran disampaikan berupa kemungkinan atau prediksi transfer gagasan dan adopsi ide yang diusulkan.
3. Bagian Akhir
Terdiri dari:
a. Daftar pustaka

1) Ditulis untuk memberi informasi sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan .

2) Penulisan daftar pustaka untuk buku dimulai dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, tempat terbit, dan nama penerbit.

3) Penulisan daftar pustaka untuk jurnal dimulai dengan nama penulis, tahun, judul tulisan, nama jurnal, volume dan nomor halaman.

4) Penulisan daftar pustaka yang diperoleh dari internet ditulis alamat website-nya dan waktu pengambilan, namun bukan dari halaman website blog atau wikipedia juga website sejenisnya.
b. Daftar riwayat hidup
Daftar riwayat hidup (biodata atau curriculum vitae) peserta minimal mencakup nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, karya-karya ilmiah yang pernah dibuat, dan penghargaan-penghargaan ilmiah yang pernah diraih.
c. Lampiran (jika diperlukan)
III. Persyaratan Penulisan
a. Naskah mulai dari Pendahuluan sampai dengan simpulan dan saran, ditulis maksimal 15-25 halaman. Jumlah halaman yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut dapat mengurangi penilaian.
b. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, jelas, satu kesatuan, mengutamakan istilah yang mudah dimengerti, dan tidak menggunakan singkatan seperti tdk, tsb, yg, dgn, dll., sbb.
c. Naskah diketik pada kertas ukuran A4, jenis huruf Times New Roman ukuran 12, dan spasi 1,5 dengan batas pengetikan samping kiri, kanan, atas, dan bawah masing-masing 4 cm, 3 cm, 3 cm, dan 3 cm.
d. Penulisan nomor halaman di pojok kanan bawah menggunakan angka 1,2,3..dst, kecuali kata pengantar, daftar isi dan daftar pustaka diberi nomor halaman menggunakan angkan romawi i, ii, iii…dst.

I. Format Karya Tulis Ilmiah Secara Umum

  1. Halaman Judul (Sampul)
  2. Halaman Pengesahan
  3. Kata Pengantar
  4. Daftar isi dan daftar gambar (jika ada)
  5. Abstrak
  6. Pendahuluan (Latar Belakang dan tujuan)
  7. Tinjauan Pustaka
  8. Metode Penulisan
  9. Pembahasan
  10. Penutup (Kesimpulan dan saran)
  11. Daftar Pustaka
  12. Daftar riwayat hidup
  13. Lampiran
  14. Lembar Pernyataan Orisinalitas

J. Penghargaan
Penghargaan bagi para pemenang adalah sebagai berikut:
Juara 1 : Rp 2.000.000 + Trophy + Sertifikat
Juara 2 : Rp 1.500.000 + Trophy + Sertifikat
Juara 3 : Rp 1.000.000 + Trophy + Sertifikat
Juara harapan I,II dan II : Rp. 750.000 + Trophy + Sertifikat

K. Kriteria Pemenang
Kriteria Penilaian LKTI Litbang BAPPEDA Kota Jambi 2015, yaitu sebagai berikut:
a. Penilaian terdiri atas dua aspek
1. Naskah Karya Tulis
2. Presentasi dan prototype karya tulis (bagi yang lolos ke Final)
b. Penilaian ini dilakukan oleh Tim Penilai yang ditetapkan oleh Panitia LKTI Litbang Bappeda 2015
c. Naskah yang diterima sesuai batas waktu yang telah ditentukan akan diseleksi dan ditetapkan maksimal 10 karya tulis dengan nilai akumulasi tertinggi dari tim penilai untuk dipresentasikan pada saat grand final
d. Tim penilai akan menetapkan pemenang berdasarkan hasil akumulasi pada poin a dan akan dipilih 6 Juara.

L. Ketentuan Pemenang
a. Peserta yang lolos 10 besar akan diundang dan diwajibkan datang untuk mempresentasikan karya tulisnya sebagai penentu perolehan juara I-III dan juara harapan I-III pada waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh pelaksana lomba.
b. Peserta yang lolos wajib mengikuti technical meeting untuk mengumpulkan media presentasi (PPT) dalam bentuk softcopy serta mengambil nomor urut presentasi pada tanggal 6 Mei 2015 pukul 08.00 WIB.
c. Peserta yang lolos harus dating 30 menit lebih awal sebelum technical meeting dimulai untuk melakukan registrasi.
d. Peserta yang lolos diperbolehkan membawa prototype pada saat presentasi final.

Panduan Lengkap dan Formulir dapat anda unduh di sini Panduan Lengkap dan Formulir Pendaftaran (rar), Panduan Lengkap dan Formulir Pendaftaran (pdf)

sumber : http://bappeda.jambikota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=111:lkti-tingkat-sma-smk-man-sederajat-se-kota-jambi-dengan-tema-sampah-menjadi-energi&catid=85&Itemid=645