Wacana Denda Buang Sampah, Ini Tanggapan Kadis Kebersihan Medan

Wacana Denda Buang Sampah, Ini Tanggapan Kadis Kebersihan Medan

Senin, 11 Mei 2015 19:32

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kepala Dinas (Kadis) Kebersihan Kota Medan, Endar Sutan Lubis optimis bahwa kebijakan mengenakan denda terhadap orang maupun badan yang membuang sampah sembarangan akan efektif untuk membuat Kota Medan bersih.

“Tujuan kita bukan uangnya. Tujuan kita untuk meningkatkan disiplin masyarakat tentang persampahan. Jadi kalau kita bicara dendanya, itu bukan tujuan kita. Itu hanya supaya masyarakat itu tidak lagi sepele. Yang kita harapkan dengan dibikin sanksi itu, masyarakat menjadi berhati-hati untuk buang sampah sembarangan. Saya kasih ilustrasi. Ketika orang tidak pakai seatbelt dendanya besar, orang kan berpikir dua kali untuk tidak pakai seatbelt. Jadi tujuan kita bukan mencari denda itu sebagai masukan, enggak,” ujar Endar, Senin (11/5/2015).

Ia mengatakan, sanksi berupa denda tersebut bukanlah untuk tujuan menambah pendapatan daerah Kota Medan, melainkan untuk efek jera.

“Contoh negara tetangga kita, merokok di sembarang tempat aja denda Rp 10 juta. Itu, kan, efektif. Orang menjadi termotivasi. Kalau kata kasarnya, menakuti orang lah supaya dia tidak buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Lantas, bagaimanan ketika pada akhirnya orang sudah tahu bahwa itu hanya ancaman?

“Nah itu dia. Ini, kan, bukan hanya urusan Dinas Kebersihan. Ini kan nanti urusan kalian (media) juga mengedukasi masyarakat. Sekarang ini kan lantaran masih banyak aja lahan untuk buang sampah. Nanti lama-lama? Lihatlah sekarang banjir karena sampah. Kalau sampah ini kita biarkan, seluruh masyarakat ini pasti suatu saat menyadari,” ujarnya.

Endar mengakui bahwa tempat pembuangan sampah umum masih kurang. Namun, ia mengaku tong sampah yang disediakan sering hilang.

“Kalau kekurangan tidak serta merta. Ada persoalan klasik. Sarana sampah sering kita sediakan, hilang. Ada bak kontainer sampah kita aja, tutupnya hilang. Sementara kita gak ada kemampuan kita menjagai itu 24 jam. Jadi tidak sesederhana itu. Misalnya kita adakan tong sampah di sepanjang jalan, kita bilang hilang. Terus kami diaudit. Kami bilang hilang. Gak bisa gitu aja. Kami harus lapor polisi. Memang bisa lapor polisi memang. Tapi kalau ada 1.000 tong sampahnya yang hilang, apa mau 1.000 kali lapor polisi. Ya itu ajalah kerjaan kita nanti,” ujarnya.

Lantas solusinya apa?

“Solusinya hanya satu. Kerjasama yang baik antara pemerintah dengan masyarakat. Titik. Sama-samalah. Masyarakat buang sampah disiplin. Kita siap mengadakan tempat sampah. Tapi harus sama-sama kita jaga. Saya lebih menerima masyarakat buang sampah ke tengah jalan daripada ke parit atau sungai. Kalau ke jalan pasti kami angkat,” kata Endar.

Sebelumnya dikabarkan, Pemko Medan sedang menggiatkan wacana membuat peraturan daerah yang melarang membuang sampah sembarangan.

Dalam Ranperda Persampahan yang telah disusun, pada Bab XIII Pasal 32, tertuang larangan yang menyebut bahwa setiap orang atau badan dilarang membuang sampah di sembarang tempat. Hal ini mencakup larangan bagi pengendara atau penumpang mobil membuang sampah dari kaca jendela mobil dan pejalan kaki.

Sesuai Pasal 35 ayat 1 dalam Bab XVI, disebutkan bahwa setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 tersebut, akan dikenakan sanksi pidana berupa kurungan 3 bulan atau denda Rp 25 juta. Sedangkan untuk badan atau instansi, akan dikenakan pidana kurungan 6 bulan atau denda Rp 50 juta.

(amr/tribun-medan.com)

sumber : http://medan.tribunnews.com/2015/05/11/wacana-denda-buang-sampah-ini-tanggapan-kadis-kebersihan-medan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s