Dewan: Hingga Akhir Januari, Pekanbaru Harus Bersih dari Sampah

Dewan: Hingga Akhir Januari, Pekanbaru Harus Bersih dari Sampah

12 Januari 2017 – 16:43 WIB

Dewan: Hingga Akhir Januari, Pekanbaru Harus Bersih dari Sampah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru berjanji akan segera menuntaskan masalah persoalan sampah yang masih terlihat di sudut-sudut Kota Pekanbaru.

Namun, hingga saat ini, tumpukan sampah masih saja terlihat, salah satunya di Jalan Soekarno-Hatta dan Tuanku Tambusai Pekanbaru.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Herwan Nasri ST mengaku sampai hari ini sampah memang masih saja ditemukan di beberapa ruas jalan di Kota Pekanbaru.

“Kami berharap, dengan adanya gabungan dinas baru ini, apapun alasannya, masyarakat Pekanbaru tidak ingin tahu dengan persoalan sampah ini karena masyarakat inginkan kota yang bersih,” kata Herwan Nasri, Kamis (12/1/2017).

Politikus Golkar ini menegaskan, saat ini, pihaknya di DPRD menungggu kinerja dari dinas baru yaitu, DLHK ini untuk menangani permasalahan sampah yang tak kunjung terselesaikan beberapa tahun belakangan.

“Kami beri deadline (tenggat) bulan hingga bulan Januari ini, DLHK dapat menyelesaikan masalah sampah. Saya tidak tahu apapun alasannya, dan kami di DPRD siap mem-backup dari penganggaran, apalagi sudah disiapkan dan APBD-nya sudah disahkan. Hanya tinggal teknis di lapangan saja,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait soal wacana akan merumahkan tenaga harian lepas (THL) kebersihan, Herwan Nasri menegur keras hal tersebut.

“Pengurangan ini jangan dilakukan. Ini nantinya akan membuat Pekanbaru kembali akan diselimuti sampah. Kami di DPRD tidak setuju wacana ini dilaksanakan Pemko, kalau perlu THL kantor-lah yang dirumahkan,” sebutnya.

Herwan juga meningatkan agar orrganisasi perangkat daerah (OPD) baru ini tetap menjalankan mekanisme dan regulasi yang ada, “Kami minta OPD baru dapat menjalankan mekanisme yang sudah ada,” tandasnya.

Laporan: Susanto
Editor: Boy Riza Utama

sumber : http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=138125&page=1#.WHwqOCpq3cc

Iklan

Gara-gara Ini, Pantai Kuta Dipenuhi Sampah

Gara-gara Ini, Pantai Kuta Dipenuhi Sampah
Tanggal: 2 Januari 2017 Jam:1:32 pm • Badung, Bali, Berita, Headline, Lingkungan, Pariwisata

MANGUPURA, BALIPOST.com – Keindahan pantai yang terkenal hingga ke mancanegara ini kini berbalut sampah plastik, selain sampah organik dan sisa-sisa perayaan malam Tahun Baru. Hal ini disebabkan angin siklon barat yang berhembus di penghujung tahun membuat hamparan pasir putih sepanjang Pantai Kuta tak sedap dipandang mata.

Sampah Hasil Penyisiran Sampah di Kuta

(sumber : http://www.mongabay.co.id/2014/02/11/aksi-bersih-pantai-kuta-kerja-keras-tanpa-kesadaran-wisatawan/)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung, Putu Eka Merthawan, saat dikonfirmasi membenarkan tumpukan sampah yang terdampar di Kuta sebagian merupakan sampah plastik. “Sampah ini dibawa oleh angin hingga menumpuk di sepanjang Pantai Kuta,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya mengerahkan sedikitnya 700 petugas yang meliputi petugas sapu, sopir, dan lainnya untuk lembur menangani sampah. Mereka juga bertugas membersihkan sampah sisa-sisa perayaan akhir tahun. “Hampir 700 petugas kami full lembur menjelang tahun dan pasca tahun baru ini untuk menangani sampah,” ungkapnya.

Dijelaskan, penanganan sampah angin barat dalam bulan ini sebanyak 1.510 ton. Sementara untuk hari Jumat, 30 Desember 2016 sebanyak 46 ton. Adapun perinciannya sebagai berikut. Yakni di Zona I (Kuta Utara) Pantai Canggu sampai dengan Loloan Yeh Poh sebanyak 6 ton. Di Zona II (Kuta Utara) di Loloan Yeh Poh sampai dengan BMG sebanyak 14 ton. Di Zona III (Kuta) BMG sampai dengan Camplung sebanyak 8 ton. Zona IV (Kuta) Camplung sampai dengan Setra Kuta sebanyak 10 ton. Zona V (Kuta Selatan) Pantai Jerman sampai dengan Pantai Jimbaran sebanyak 8 ton.

“Keseluruhan penanganan sampah angin barat dari tanggal 25 November sampai dengan 30 Desember 2016 sebanyak 1.534 ton,” ucapnya.

Diterangkan, volume sampah di areal pantai di Badung juga meningkat pada tahun baru ini. Total sampah sisa tahun baru sekitar 50 ton sampah. Sampah-sampah tersebut terdiri dari sampah plastik, selongsong kembang api, sampah daun dan sampah organik lainnya. ”Sampah banyak sekali hampir 50 ton dan ini banyak banget. Wilayah Kuta paling banyak volume sampah nya,” keluhnya.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengakui, mengenai masalah sampah kiriman yang melanda pantai Badung sampai saat ini masih terjadi. Namun Pemerintah Badung sejatinya telah melakukan gerakan untuk menganani sampah-sampah tersebut. Bahkan, tidak tanggung-tanggung akan membeli sarana prasarana untuk menangani sampah kiriman tersebut.

“Kami sudah lakukan gerakan, kajian dan membeli sarana prasarana. Sehingga nanti ke depan ada sampah cepat selesai tertangani,” ungkapnya.

Giri Prasta mengatakan, sampah kiriman ini sejatinya bencana alam. Karena sampah-sampah tersebut datang dari semua lini dan pada akhirnya bermuara di seluruh pantai yang ada di Badung. tidak hanya itu, di pantai lainnya di luar Badung juga kerap dilanda sampah kiriman. (Parwata/balipost)

sumber : http://balipost.com/read/badung/2017/01/02/70181/gara-gara-ini-pantai-kuta-dipenuhi-sampah.html