TPA Sente kelebihan kapasitas, Klungkung membuat TPA baru

TPA Sente kelebihan kapasitas, Klungkung membuat TPA baru

KAMIS, 07 SEP 2017 12:45 | EDITOR : ALI MUSTOFA

RadarBali.com – Pemerintah Kabupaten Klungkung kian gencar melakukan perbaikan terutama dalam mengatasi permasalahan sampah pasca overload-nya TPA Sente di Kecamatan Dawan.

Selain meneken MoU dengan Pemprov Bali terkait pembuangan sampah ke TPA Regional Bangli, Pemkab Klungkung berencana membangun TPA baru di Dawan.

Menurut Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung AA Kirana karena belum ada TPA pengganti, warga terpaksa membuang sampah di TPA Sente.

“Luasan TPA Sente ini kurang dari satu hektare namun produksi sampah di perkotaan yang awalnya 10 truk per hari terus meningkat hingga saat ini menjadi 15 truk per hari,” ujar AA Kirana.

Selain sampah perkotaan, kata dia, warga di pedesaan ikut-ikutan membuang sampah di TPA Sente dengan menyewa truk secara mandiri.

Sehingga total sampah yang dibuang ke TPA Sente bisa mencapai 35 truk per hari, bahkan 40 truk saat ada upacara keagamaan.

“Sebelumnya, TPA ini diprediksi masih bisa menampung sampah hingga dua sampai tiga tahun ke depan. Tapi karena produksi sampah yang terus meningkat sehingga tahun ini saja sudah penuh,” katanya.

Untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut, diungkapkannya bahwa Pemkab Klungkung telah melakukan pembahasan MoU dengan Pemprov Bali terkait pembuangan sampah ke TPA Regional Bangli.

Pemkab Klungkung juga telah mengajukan permohonan pembangunan TPA baru di Kecamatan Dawan, serta rehabilitasi dua TPA di Kecamatan Nusa Penida.

Adapun permohonan tersebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia telah disetujui dan akan dimulai pengerjaannya di tahun 2018 mendatang.

“Untuk TPA baru ini akan dibangun di Dusun Gelogor Kecamatan Dawan, Klungkung dengan luas lahan sekitar 1,5 hektare lebih. Pengerjaannya akan dilakukan pada tahun 2018 dan diperkirakan sudah bisa digunakan pada tahun 2019 mendatang,” ungkapnya.

(rb/ayu/mus/mus/JPR)

sumber : https://www.jawapos.com/radarbali/read/2017/09/07/12167/tpa-sente-overload-klungkung-bikin-tpa-baru

Iklan

Bantuan Teknis Perencanaan Pengelolaan Persampahan

Bantuan Teknis Perencanaan Pengelolaan Persampahan

bantek

download link Bantuan Teknis 2017

Bicarakan Masalah Sampah, Kepala DLHD Akan Undang Kades dan Lurah

Jumat, 3 Februari 2017 20:06
Bicarakan Masalah Sampah, Kepala DLHD Akan Undang Kades dan Lurah
PB /Dede Suhendar
Ilustrasi – Kondisi jalan yang sampahnya berserakan di gang yang menghubungkan Jalan Ali Uyub dan Gatot Subroto, Kelurahan Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, tepatnya di sebelah SMA Negeri 1 Tanjungpandan, Kamis (2/2/2017). Pos Belitung/Dede Suhendar

Laporan Wartawan PB, Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD)Kabupaten Belitung, Ubaidillah akan mengundang kepala desa dan lurah se Kecamatan Tanjungpandan pekan depan.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membicarakan masalah persampahan dan mencari solusi yang tepat.

Dari hasil pertemuan tersebut, kata Ubai, akan menghasilkan peta titik kebutuhan TPS hingga wilayah rawan dijadikan tempat sampah liar.

“Rencananya kami jadwalkan minggu depan, kalau tidak Rabu, Kamis. Nanti kades dan lurah akan menyampaikan saran dan kebutuhan apa saja untuk mengatasi sampah ini, apakah TPS atau tong sampah,” ujarnya kepada posbelitung.com, Jumat (3/2/2017).

Berdasarkan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) Pemkab Belitung yang baru, masalah kebersihan menjadi wewenang DLHD.

Karena Dinas Kebersihan Pasar dan Pertamanan sudah dibubarkan.

Oleh karena itu, Ubai menilai perlunya pemetaan untuk memantau sejumlah titik yang dianggap rawan dengan sampah.

Sumber : http://belitung.tribunnews.com/2017/02/03/bicarakan-masalah-sampah-kepala-dlhd-akan-undang-kades-dan-lurah

Dewan: Hingga Akhir Januari, Pekanbaru Harus Bersih dari Sampah

Dewan: Hingga Akhir Januari, Pekanbaru Harus Bersih dari Sampah

12 Januari 2017 – 16:43 WIB

Dewan: Hingga Akhir Januari, Pekanbaru Harus Bersih dari Sampah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru berjanji akan segera menuntaskan masalah persoalan sampah yang masih terlihat di sudut-sudut Kota Pekanbaru.

Namun, hingga saat ini, tumpukan sampah masih saja terlihat, salah satunya di Jalan Soekarno-Hatta dan Tuanku Tambusai Pekanbaru.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Herwan Nasri ST mengaku sampai hari ini sampah memang masih saja ditemukan di beberapa ruas jalan di Kota Pekanbaru.

“Kami berharap, dengan adanya gabungan dinas baru ini, apapun alasannya, masyarakat Pekanbaru tidak ingin tahu dengan persoalan sampah ini karena masyarakat inginkan kota yang bersih,” kata Herwan Nasri, Kamis (12/1/2017).

Politikus Golkar ini menegaskan, saat ini, pihaknya di DPRD menungggu kinerja dari dinas baru yaitu, DLHK ini untuk menangani permasalahan sampah yang tak kunjung terselesaikan beberapa tahun belakangan.

“Kami beri deadline (tenggat) bulan hingga bulan Januari ini, DLHK dapat menyelesaikan masalah sampah. Saya tidak tahu apapun alasannya, dan kami di DPRD siap mem-backup dari penganggaran, apalagi sudah disiapkan dan APBD-nya sudah disahkan. Hanya tinggal teknis di lapangan saja,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait soal wacana akan merumahkan tenaga harian lepas (THL) kebersihan, Herwan Nasri menegur keras hal tersebut.

“Pengurangan ini jangan dilakukan. Ini nantinya akan membuat Pekanbaru kembali akan diselimuti sampah. Kami di DPRD tidak setuju wacana ini dilaksanakan Pemko, kalau perlu THL kantor-lah yang dirumahkan,” sebutnya.

Herwan juga meningatkan agar orrganisasi perangkat daerah (OPD) baru ini tetap menjalankan mekanisme dan regulasi yang ada, “Kami minta OPD baru dapat menjalankan mekanisme yang sudah ada,” tandasnya.

Laporan: Susanto
Editor: Boy Riza Utama

sumber : http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=138125&page=1#.WHwqOCpq3cc

Gara-gara Ini, Pantai Kuta Dipenuhi Sampah

Gara-gara Ini, Pantai Kuta Dipenuhi Sampah
Tanggal: 2 Januari 2017 Jam:1:32 pm • Badung, Bali, Berita, Headline, Lingkungan, Pariwisata

MANGUPURA, BALIPOST.com – Keindahan pantai yang terkenal hingga ke mancanegara ini kini berbalut sampah plastik, selain sampah organik dan sisa-sisa perayaan malam Tahun Baru. Hal ini disebabkan angin siklon barat yang berhembus di penghujung tahun membuat hamparan pasir putih sepanjang Pantai Kuta tak sedap dipandang mata.

Sampah Hasil Penyisiran Sampah di Kuta

(sumber : http://www.mongabay.co.id/2014/02/11/aksi-bersih-pantai-kuta-kerja-keras-tanpa-kesadaran-wisatawan/)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung, Putu Eka Merthawan, saat dikonfirmasi membenarkan tumpukan sampah yang terdampar di Kuta sebagian merupakan sampah plastik. “Sampah ini dibawa oleh angin hingga menumpuk di sepanjang Pantai Kuta,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya mengerahkan sedikitnya 700 petugas yang meliputi petugas sapu, sopir, dan lainnya untuk lembur menangani sampah. Mereka juga bertugas membersihkan sampah sisa-sisa perayaan akhir tahun. “Hampir 700 petugas kami full lembur menjelang tahun dan pasca tahun baru ini untuk menangani sampah,” ungkapnya.

Dijelaskan, penanganan sampah angin barat dalam bulan ini sebanyak 1.510 ton. Sementara untuk hari Jumat, 30 Desember 2016 sebanyak 46 ton. Adapun perinciannya sebagai berikut. Yakni di Zona I (Kuta Utara) Pantai Canggu sampai dengan Loloan Yeh Poh sebanyak 6 ton. Di Zona II (Kuta Utara) di Loloan Yeh Poh sampai dengan BMG sebanyak 14 ton. Di Zona III (Kuta) BMG sampai dengan Camplung sebanyak 8 ton. Zona IV (Kuta) Camplung sampai dengan Setra Kuta sebanyak 10 ton. Zona V (Kuta Selatan) Pantai Jerman sampai dengan Pantai Jimbaran sebanyak 8 ton.

“Keseluruhan penanganan sampah angin barat dari tanggal 25 November sampai dengan 30 Desember 2016 sebanyak 1.534 ton,” ucapnya.

Diterangkan, volume sampah di areal pantai di Badung juga meningkat pada tahun baru ini. Total sampah sisa tahun baru sekitar 50 ton sampah. Sampah-sampah tersebut terdiri dari sampah plastik, selongsong kembang api, sampah daun dan sampah organik lainnya. ”Sampah banyak sekali hampir 50 ton dan ini banyak banget. Wilayah Kuta paling banyak volume sampah nya,” keluhnya.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengakui, mengenai masalah sampah kiriman yang melanda pantai Badung sampai saat ini masih terjadi. Namun Pemerintah Badung sejatinya telah melakukan gerakan untuk menganani sampah-sampah tersebut. Bahkan, tidak tanggung-tanggung akan membeli sarana prasarana untuk menangani sampah kiriman tersebut.

“Kami sudah lakukan gerakan, kajian dan membeli sarana prasarana. Sehingga nanti ke depan ada sampah cepat selesai tertangani,” ungkapnya.

Giri Prasta mengatakan, sampah kiriman ini sejatinya bencana alam. Karena sampah-sampah tersebut datang dari semua lini dan pada akhirnya bermuara di seluruh pantai yang ada di Badung. tidak hanya itu, di pantai lainnya di luar Badung juga kerap dilanda sampah kiriman. (Parwata/balipost)

sumber : http://balipost.com/read/badung/2017/01/02/70181/gara-gara-ini-pantai-kuta-dipenuhi-sampah.html

Atasi Masalah Sampah, Pemda Ciamis Gandeng Komunitas Motor

Atasi Masalah Sampah, Pemda Gandeng Komunitas Motor

Sosialisasi Pengelolaan Sampah/NURHANDOKO/PR
Puluhan anggota komunitas sepeda motor Ciamis mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah yang digelar, Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Ciamis, Rabu 7 Desember 2016. Puluhan komunitas sepedamotor digandeng untuk aktif menangani persoalan sampah.

CIAMIS,(PR).- Dinas Cipta Karya Kebersihan dan tata Ruang (DCKKTR) Kabuaten Ciamis menggandeng puluhan komunitas klub sepeda motor, mengatasi persoalan sampah perkotaan. Selain bertanggungjawab atas kebersihan lingkungan tempat kumpul, mereka juga bakal dilibatkan penangan sampah di lokasi lain.

“Kami sengaja merangkul mereka untuk ikut terlibat langsung menangani sampah. Salah satu alasannya, sebenarnya mereka juga peduli terhadap kebersihan tempat kumpul. Hanya ke depannya memang perlu lebih diarahkan, sehingga nantinya muncul kesadaran sendiri untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tutur Kepla Bidang Kebersihan dan pertamanan, DCKKTR Ciamis, Tonton Guntari, Rabu 7 Desember 2016.

Dia mengemukakan itu usai memberikan wawasan pengelolaan sampah bagi puluhan anggota yang berasal dari 30 komunitas sepeda motor Ciamis. Tonton mengatakan persoalan sampah, bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, akan tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Hasil ngobrol bersama, lanjutnya, ada kesepakatan bersama seluruh komunitas untuk bertanggungjawab terhadap kebersihan tempat kumpul. Selain membersihkan sampah yang berserakan, mereka juga menyatakan kesiapannya terlibat dalam upaya kebersihan lingkungan.

Selain memberikan bekal pengetahuan serta pemahaman penanganan sampah yang dilakukan di kantor DCKKTR, puluhan anggota komunitas sepedamotor tersebut juga dibawa langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Handapherang, Kecamatan Cijeungjing. Hal tersebut sekaligus mengenalkan secara langsung penanganan sampah di tempat tersebut.

Sementara itu, Agus Dudung dan Iman, yang tergabung dalam Klub Jupiter Ciamis, menyambut baik gagasan DCKKTR. Selama ini, dia bersama anggota lainnya mengaku juga selalu membersihkan sampah di lingkungan tempat kumpul.

“Kami mendukung gagasan tersebut. Selama ini kami juga rutin membersihkan lokasi sebelum meninggalkan tempat kumpul,” tutur Agus.***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/12/07/atasi-masalah-sampah-pemda-gandeng-komunitas-motor-387185