Bantuan Teknis Perencanaan Pengelolaan Persampahan

Bantuan Teknis Perencanaan Pengelolaan Persampahan

bantek

download link Bantuan Teknis 2017

Iklan

Butuh Rp12 Miliar untuk Buang Sampah di Gunungkidul

Dua orang pemulung sedang mencari sampah plastik di TPAS Wukirsari. Mayoritas masyarakat di sekitar lokasi mengeluhkan keberadaan tempat itu karena menimbulkan bau pencemaran lingkungan. Foto diambil Sabtu (9/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)Dua orang pemulung sedang mencari sampah plastik di TPAS Wukirsari. Mayoritas masyarakat di sekitar lokasi mengeluhkan keberadaan tempat itu karena menimbulkan bau pencemaran lingkungan. Foto diambil Sabtu (9/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Masalah sampah di Gunungkidul akan ditangani dengan perluasan TPAS

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari di Desa Baleharjo, Wonosari  butuh perluasan. Usulan ini mengacu area TPAS yang sudah terisi sampah sebanyak 60%.

Data dari Unit Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gunungkidul menjelaskan, TPAS Wukirsari seluas 5,6 hektare. Setiap harinya tempat pembuangan sampah satu-satunya di Gunungkidul ini bertambah sebanyak 127 meter kubik per hari.

Ditakutkan jika tidak ada upaya perluasan, maka volume sampah akan terus menumpuk. Hingga saat ini, tingkat keterisian di lokasi itu sudah mencapai 60% lebih.

“Kita sudah mewacanakan perluasan dan sudah mengajukan anggaran ke pusat Rp12 miliar untuk memuluskan rencana tersebut,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gunungkidul Sugiyanto kepada wartawan, Kamis (12/5/2016).

Dia menjelaskan, estimasi anggaran Rp12 miliar di antaranya digunakan untuk pembebasan lahan dan pembangunan fasilitas pendukung. Menurut Sugiyanto, selain masalah tingkat keterisian sampah, luas area TPAS juga belum ideal. Untuk saat ini, lokasi tersebut memiliki luas 5,6 hektare dengan ketinggian lima meter. “Target kita sih bisa sampai 8,6 hektare sehingga usia TPAS bisa lebih lama lagi,” ujarnya.

Selain upaya perluasan area pembuangan, UPT juga mewacanakan intensifikasi proses pengolahan sampah. Diakui Sugiyanto, untuk saat ini proses pengolahan dengan model Sanitasi Landfill belum berjalan sepenuhnya. Upaya ini baru bisa terlaksana saat musim kemarau, sedang musim penghujan baru sebatas diratakan menggunakan alat berat.

“Kondisi tanah di sekitar area TPAS membuat metode Sanitasi Landfill belum maksimal. Untuk itu, kami akan memaksimalkan proses tersebut. Sebelum membuangnya, kami juga akan dilakukan pemilahan jenis sampah terlebih dahulu,” ungkapnya.

Editor: |

http://www.harianjogja.com/baca/2016/05/13/masalah-sampah-butuh-rp12-miliar-untuk-buang-sampah-di-gunungkidul-718972

Financing India’s Waste Management

Innovative Funding Initiatives Making Progress

Financing India’s Waste Management

The main hurdle for solid waste management projects in low and middle income countries often is not about technology or process implementation but financing of the waste management infrastructure, explains the Institute for Sanitary Engineering and Waste Management’s Vishwas Vidyaranya.

472717-indiaindianrupeereuters-1354188560-792-640x480

24.11.2015 12:51

The main hurdle for solid waste management projects in low and middle income countries often is not about technology or process implementation but financing of the waste management infrastructure, explains the Institute for Sanitary Engineering and Waste Management’s Vishwas Vidyaranya.

This was one of the key points debated at the ISWA congress in Antwerp this year. In many developing countries, there is hardly any gate fee for waste processing and hence it becomes economically unviable. It is therefore necessary to find other economic channels such as taxes that can continuously fund these projects.

On October 2nd 2014, The Government of India launched the ambitious Swachh Bharath Abhiyaan or the Clean India movement which aims to provide access to basic sanitation to all citizens of the country. Apart from this, it also aims at achieving 100% coverage for waste collection and processing in 4041 towns and cities across India for a population of about 306 million by October 2nd, 2019 which marks the 150th birth anniversary of Mahatma Gandhi (SwachhBharatUrban, 2015). This initiative has been one of the top priorities of the government and has gained high popularity in the country.

The government has allocated approximately $1.11 billion for solid waste management projects in urban areas which generate about 0.18 million tons of MSW every day (SwachhBharatUrban, 2015). Apart from direct funding from central and state governments, special taxes and cess have been implemented to finance these projects. During the national budget allocation for FY 2015-16, the government enabled the provision to implement a tax of up to 2% on all or certain services to fund the Clean India initiative and on November 15th 2015, a tax of 0.5% on all taxable services was officially notified.

Another special legislation which can benefit the sanitation and waste management projects in India is The Companies Act 2013 which mandates large companies to spend 2% of their net profits on social welfare (The Gazette of India, 2013). With this law, approximately $2 billion could be spent by companies annually towards corporate social responsibility (CSR) (Ghuliani, 2013). Even though the CSR activities are not restricted to sanitation or waste management, this can definitely contribute to the Clean India mission.

Apart from the national budgets, many municipalities have their own tax for waste management projects. The city of Bangalore, for example generates around 4000 tons of municipal solid waste every day and the municipal body collects a solid waste management cess of approximately $0.5 per month for a residential plot having an area of 3000 Sq. ft. along with the property tax (BBMP). While this is a meagre amount, it still contributes to the local waste management budget.

In many developing countries across the world, it might not be possible to implement high user fee directly for waste management services as in the EU and hence other ways of financing needs to be explored through policy changes. Some of these initiatives in India seem to be headed in the right direction.

Vishwas Vidyaranya

source : http://waste-management-world.com/a/financing-indias-waste-management

 

Profil Persampahan Kota Banjarmasin

banjarmasin

link download : Profil Persampahan Kota Banjarmasin

GEOGRAFIS DAN DEMOGRAFIS KOTA BANJARMASIN

Letak : 114°31’40” – 114°39’55” Bujur Timur
3°16’46” – 3°22’54” Lintang Selatan
Luas Wilayah : 9.846 Ha
Batas Wilayah Administrasi
Utara : Kabupaten Barito Kuala
Timur : Kabupaten Banjar
Selatan : Kabupaten Banjar
Barat : Kabupaten Barito Kuala
Jumlah Kecamatan : 5 Kecamatan
– Kecamatan Banjarmasin Selatan
– Kecamatan Banjarmasin Timur
– Kecamatan Banjarmasin Barat
– Kecamatan Banjarmasin Tengah
– Kecamatan Banjarmasin Utara
Jumlah Kelurahan/Desa : 52 Kelurahan
Jumlah Penduduk : 666.223 jiwa (Banjarmasin Dalam Angka 2015)

KONDISI PENGELOLAAN PERSAMPAHAN SAAT INI

Jumlah Timbulan Sampah : 745.303 m3 ≈ ± 2042 m3/hari (2015)
Sampah terangkut : 511.054 m3 ≈ ± 1400 m3/hari (2015) (69%)
Rata rata perhari yang diangkut : 1200-1560 m3/hari atau 400-500 ton/hari
Tabel 1. Rekapitulasi Volume Sampah yang Diangkut ke TPA pada Tahun 2015
No. Bulan Volume Sampah yang Diangkut Ke TPA (m3)
1 Januari 39.359
2 Pebruari 36.992
3 Maret 40.711
4 April 38.789
5 Mei 41.791
6 Juni 45.197
7 Juli 41.138
8 Agustus 41.101
9 September 47.020
10 Oktober 42.170
11 Nopember 48.270
12 Desember 48.516
Jumlah 511.054

 

Perda Pengelolaan Persampahan : Peraturan Daerah Kota Banjarmasin
Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Persampahan / Kebersihan Dan Pertamanan

Anggaran Pengelolaan Sampah
Pagu Belanja Langsung DKP 56.088.992.000 (2016)
Pagu Belanja Langsung Pemko 865.629.044.420 (2016)

Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan
• Kendaraan/Alat Angkut

1 Dump truck : 25 unit
2 Armroll : 29 unit
3 Roda 3 : 23 unit
4 Pick up : 15 unit

Tabel 4. Alat Berat untuk Operasional Pengelolaan Sampah
No Alat Berat Unit
1 Buldozer (2012) 1
2 Loader (2003) 1
3 Excavator 4

• TPS

1 Banjarmasin Utara 16
2 Banjarmasin Selatan 18
3 Banjarmasin Tengah 38
4 Banjarmasin Timur 26
5 Banjarmasin Barat 49
Jumlah 147
• TPST
Pengelolaan TPST skala kota meliputi:
1. Pengolahan sampah organik (kompos)
2. Pengolahan non organik (pilah plastik, kertas, metal)
3. Residu masuk incinerator abu dibuang ke TPA sendiri atau
4. Residu ke SPA dibuang ke TPA regional (Martapura/ Banjarbaru)
TPST3R Tahun
1 Kelurahan Sungai Andai Komp. Kayu Bulan 2011 – Kementerian PUPR
2 Kelurahan Surgi Mufti Jl.Mesjid jami 2012 – Kementerian PUPR
3 Kelurahan Surgi mufti Jl. Sultan adam (taekwondo) 2013 – Kementerian PUPR
4 Kelurahan Pemurus Dalam Komp. Permata Regency 2015 – Kementerian PUPR
5 Kelurahan Kampung Gadang
Jl. AES. Nasution 2015 – Kementerian PUPR
6 Kelurahan Basirih Selatan Komp. Warga Indah VII 2015 – Kementerian PUPR
7 Rumah kompos – TPA Basirih 2008 – APBD
8 Rumah cacah (Pasar Antasari) 2008 – APBD
9 Kelurahan Sungai Lulut Gg.SMPN 22 2008 – APBD
10 Simpang Jagung Kelurahan Kuin Cerucuk Jl.PM.Noor 2008 – APBD
11 Cemara raya Kelurahan Sungai miai 2008 – APBD
12 Kelurahan Alalak Utara Jl.HKSN 2015 – APBD

• TPA Basirih
Lokasi : Secara administatif TPA Basirih terletak di Jalan Gubernur Soebardjo, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin
Kondisi Lingkungan TPA : dataran rawa, berair tanah tinggi, terpengaruh pasang surut dan ditutupi tanah humus
Luas Total TPA : 39,5 Ha
Luas Zona Landfill : 19,5 Ha
Tahun Operasi : sejak tahun 2000 (perencanaan pembangunan TPA pada tahun 1997 dengan bantuan Bank Dunia)
Teknik Operasional : controlled landfill
Kondisi saat ini : – Mampu menampung sampah 2.340.000 m3 atau hingga tahun 2016 (perencanaan)
– Masih tersisa lahan sekitar 4.5 Ha yang belum terisi sampah
– 4.98 Ha lahan yang mengalami penyusutan sampah, sehingga masih ada 9.48 Ha lahan yang dapat diisi sampah.

 

kredit : Pradita Cancerita

Profil Persampahan Kota Bandung

bandung

link download : Profil Sampah Bandung

GEOGRAFIS DAN DEMOGRAFIS KOTA BANDUNG

 

Letak                                      : 107o36’ Bujur Timur dan 6o55’ Lintang Selatan

Luas Wilayah                          : 16.729,650 Ha

Batas Wilayah Administrasi

Utara               : Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat

Timur              : Kabupaten Bandung

Selatan           : Kabupaten Bandung

Barat               : Kota Cimahi

Jumlah Kecamatan                 : 30 Kecamatan

Jumlah Kelurahan/Desa       : 151 Kelurahan

Jumlah Penduduk                  : 2.470.802 jiwa (2014)

 

KONDISI PENGELOLAAN PERSAMPAHAN SAAT INI

 

Jumlah Timbulan Sampah                        : …………………………………………

Jumlah Sampah Terangkut ke TPA         : 1100 ton/hari (2015)

Luas Cakupan Pelayanan                         : ± 90% luas area Kota Bandung

Dibagi menjadi 4 wilayah operasional kerja: Bandung Barat (7 Kecamatan), Bandung Timur (10 Kecamatan), Bandung Utara (7 Kecamatan), dan Bandung Selatan (6 Kecamatan)

Gambar 1. Peta Pembagian Wilayah Pelayanan Penanganan Sampah Kota Bandung

 

Perda Pengelolaan Persampahan            :

– Peraturan Daerah No. 11 Tahun 2005 Tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3)

– Peraturan Daerah No. 02/PD/1985 Tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung jo. Peraturan Daerah No. 15 Tahun 1993 sebagaimana telah diubah menjadi Peraturan Daerah No. 14 Tahun 2011 Tentang Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung

– Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2005 Tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung sebagaimana telah diubah menjadi Perda No.11 Tahun 2005

– Peraturan Daerah No. 09 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Sampah di Kota Bandung

– Peraturan Walikota Nomor 101 Tahun 2006 Tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja PD. Kebersihan

  • Peraturan Walikota No. 316 Tahun 2013 Tentang Tarif jasa Pengelolaan Sampah

 

Lembaga Pengelola                                  :

Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung

  • Sumber Daya Manusia

 

Anggaran Pengelolaan Sampah               : Rp 120.000.000.000 (berasal dari jasa pelayanan pengelolaan sampah (retribusi) dan APBD Kota Bandung (Subsidi dan Pelayanan Publik) (2015)

Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan

  • Sarana Prasarana Pengelolaan Sampah

 

Total : 119 unit (rata-rata yang jalan 105 unit/hari)

  1. Mobil Kecil (12 unit)
  2. Mobil Patroli (1 unit)
  3. Mobil Sapu (10 unit)
  4. Motor Sampah (50 unit)
  5. Sepeda Patroli untuk di lokasi car free day (1 unit)
  6. Tong Komposter (82 unit) dan Tempat Sampah Terpilah (± 742 unit)
  7. Mesin Pencacah Sampah Organik (11 unit)
  8. SPA (2 lokasi), berlokasi di TPS Tegallega dan TPS Pasar Induk Gedebage
  9. TPA Sarimukti (1 lokasi)
  10. TPS (160 lokasi; 10 TPS 3R, 1 lokasi Pengomposan di eks. TPA Jelekong)
  11. Kontainer 6 m3 dan 10 m3 (170 unit)

 

  • TPS 3R

 

  • Jumlah : 10 Lokasi
  • TPS Pasar Induk Gedebage
  • TPS Ciroyom
  • TPS Tegallega
  • TPS Indramayu
  • TPS Ciwastra
  • TPS Astana Anyar
  • TD Subang
  • TPS Sekelimus
  • TD Nyengseret
  • TPA Jelekong

 

APBN    : 3 lokasi

  • Lokasi : Perumahan Griya Cempaka Arum, Kec. Gedebage

Tahun         :      2008

Anggaran   : Rp 384.723.000

  • Lokasi : Perumahan Kel. Antapani Kidul, Kec. Antapani

Tahun         :      2009

Anggaran   : Rp 370.000.000

  • Lokasi : Kota Bandung

Tahun         :         2013

Anggaran   : Rp 450.000.000

 

 

Tabel 2. Data Sampah Terpilah dan Hasil Pengomposan di TPS di Kota Bandung

No Lokasi Sampah Terpilah Hasil
1 TPS Subang 292 m3 atau ± 87,60 ton (Sampah Organik) 172 m3 atau ± 18,40 ton (Kompos)
2 TPS Gedebage 148 m3 atau ± 44,40 ton (Sampah Organik) 219 m3 atau ± 23,43 ton (Kompos)
3 TPS Kobana 223,4 m3 atau ± 67,02 ton (Sampah Organik) 2.864,5 m3 atau ± 859,35 ton (Sampah Hasil Cacahan)

80 m3 atau ± 8,56 ton (Kompos)

4 TPS Ciroyom 1345 m3 atau ± 403,50 ton (Sampah Organik)

36 m3 atau ± 10,80 ton (Sampah Anorganik)

271 m3 atau ± 81,30 ton (Sampah Hasil Cacahan)

402 m3 atau ± 43,01 ton (Kompos)

5 TPS Tegallega 9.286 m3 atau ± 2.785,80 ton (Sampah Organik)

3.581 m3 atau ± 1.074,30 ton (Sampah Anorganik)

393 m3 atau ± 117,90 ton (Sampah Hasil Cacahan)

2.192 m3 atau ± 234,54 ton (Kompos)

Sumber : Laporan Kinerja Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Tahun 2014

 

Skala TPS

  • TPS Sekalimus (Kapasitas 1000 kg/hari)
  • TPST Kebaktian (Kapasitas 250-500 kg/hari)
  • TPS Bandung Trade Mall (Kapasitas 250 kg/hari)

Skala RT/RW

  • Cibangkong RW 08 (Kapasitas ± 20 kg/hari)
  • Cibangkong RW 11 (Kapasitas 250 kg/hari)
  • Mustika Hegar Ciwastra (Kapasitas 75 kg/hari)
  • Cipadung RW 2 dan RW 12 (Kapasitas 250 kg/hari)
  • Babakan Surabaya (Kapasitas ± 100 kg/hari)
  • RW 05 Nyengseret (Kapasitas ± 20 kg/hari)

 

  • TPA Regional Sarimukti

Dinas Pengelola                   :  Badan Pengelola Sampah Regional (BPSR) Provinsi Jawa Barat

Jarak TPA ke Pusat Kota    :  ± 45 km

Luas Total TPA                    :  25,20 Ha

Luas Zona Landfill                : Zona 1 – 3,75 Ha (sudah ditutup), Zona 2 – 2,75 Ha, Zona 3 – 4 Ha, Zona 4 – 5 Ha

Cakupan Pelayanan               :    Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat

Jumlah Sampah yang ke TPA : 1100 ton/hari (2015)

Tahun Operasi                     :  Sejak tahun 2006

Teknik Operasional              :  Controlled Landfill

Dana Pembangunan

  • 2011 :  Rp 17.795.524.000 (APBN)  Rp   2.000.000.000 (APBD)
  • 2012 :  Rp   461.443.000 (APBN)

Pembangunan TPA

  • Tahun 2006 :  –        pembuatan pipa ventilasi TPA Sarimukti
  • Tahun 2008 :  –        pembuatan saluran drainase

–        pembangunan bangunan komposting

–        pembuatan keermer

–        pembangunan IPL

–        pembangunan tanggul

  • Tahun 2011 :  – pekerjaan tanggul zona 4

– perbaikan drainase bagian bawah TPA

  • Tahun 2012 :  – pembuatan tanggul timur dan barat dari kolam pengumpul
  • pembangunan tangga dan jembatan menuju manhole
  • pekerjaan plesteran aci untuk kolam yang dibangun pada 2011 dengan ketinggian plesteran 3 m

Partisipasi Masyarakat/Swasta

  • Gerakan Pungut Sampah

Kegiatan ini dilaksanakan setiap Hari Senin, Rabu, dan Jumat, 30 menit sebelum bekerja.

 

  • Bantuan Penyapuan Jalan
  • Bantuan Penyapuan dari Paguyuban Pengusaha Bandung Juara (PPBJ)
  • Bantuan Penyapuan dari Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Barat
  • Bantuan Penyapuan dari PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (Bank BJB)
  • Bantuan Prasarana dan Sarana dari Pihak Ketiga
  • Bantuan Kendaraan dari PT. Batununggal Perkasa
  • Bantuan Kendaraan dari PT. Bandung Arta Mas/ Istana Group

kredit : Dita Cancerita